Jurnal9.com
Business Headline

DPR RI: Dampak Resesi Ekonomi di Indonesia Tidak akan Berkepanjangan

Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto

JAKARTA, jurnal9.com – Dampak resesi ekonomi di Indonesia tidak akan berkepanjangan, asalkan pemerintah terus mengakselarasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terutama penyaluran jaring pengaman sosial.

Demikian pendapat yang disampaikan Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto menanggapi terperosoknya ekonomi Indonesia saat akan memasuki fase resesi secara resmi oleh pemerintah pada akhir bulan ini.

“Saya melihatnya jika Indonesia resesi, kontraksi terhadap keseluruhan indikator perekonomian tidak akan berkepanjangan,” kata Dito di Jakarta, Kamis (24/9).

Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan DPR RI itu menanggapi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III yang akan kembali terkontraksi ke level negatif. “Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III bulan ini bisa mencapai minus 1,92 persen,”  ujarnya.

Dito menyebutkan pemerintah memprediksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III ini akan berada di minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen.

Berarti Indonesia, menurutnya, akan memasuki resesi ekonomi pada kuartal III bulan ini, mengingat pada kuartal II, ekonomi Indonesia sudah berada di level minus 5,32 persen.

Meski proyeksi pemerintah menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali minus pada kuartal III 2020, namun menurut Dito, lebih baik dibandingkan dengan realisasi kuartal II yang terkontraksi lebih dalam hingga ke  minus 5,32 persen year on year (yoy).

“Ini menunjukkan bahwa pada kuartal III ada momentum perbaikan perekonomian meskipun kuartal III negatif,” ujarnya.

Dito mengatakan Komisi XI DPR RI mendukung upaya pemerintah untuk mendongkrak perekonomian melalui berbagai kebijakan penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi nasional.

Komisi XI DPR RI juga meminta pemerintah memaksimalkan penyerapan belanja daerah di delapan wilayah yang secara langsung dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Sehingga pada kuartal III dan IV, keseluruhan ekonomi tidak terkontraksi terlalu dalam,” ujarnya.

Baca lagi  IMF Spring Meeting, Ada Tiga Agenda Prioritas Bagi Negara Saat Covid-19

Dito juga meminta swasta dan masyarakat untuk lebih mengkonsumsi barang dan jasa dari industri dalam negeri agar memulihkan permintaan dan produksi industri domestik.

Sumber: Ant I ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Wamenlu: Pandemi Bunuh Manusia, Tapi Krisis Ekonomi Bunuh Kehidupan

adminJ9

Warteg Banyak yang Gulung Tikar, KemenkopUKM Dorong Cari Solusi Bangkit Kembali

adminJ9

Rizal Ramli: Omnibus Law UU Cipta Kerja Menguntungkan Siapa? Ini Penjelasannya

adminJ9