Jurnal9.com
Business

Koperasi Pangan Kontribusi Ketiga Terbesar Terhadap PDB Perlu Diperkuat

Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki saat menjelaskan dalam Webinar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila pada Kamis (30/7).

JAKARTA, jurnal9.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan koperasi pangan perlu diperkuat  karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan merupakan kontributor ketiga terbesar dalam PDB Indonesia.

“Dalam praktik berkoperasi, keberadaan koperasi pangan Indonesia perlu sama-sama kita perkuat,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Webinar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP), Kamis (30/7).

Hadir Kepala BPIP Prof.KH Yudian Wahyudi, Ph.D. dan Staf Khusus Presiden Dr. Arif Budimanta Sebayang.

Teten menyebutkan koperasi merupakan kelembagaan ekonomi rakyat paling tepat mewujudkan demokrasi ekonomi. Selain itu nilai dan prinsip koperasi juga sejalan dengan Pancasila.

Dan pada praktiknya di Indonesia, koperasi pangan mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang luas.

Pengelolaan pangan yang baik menjadi kunci bagi setiap bangsa menghadapi ancaman krisis pangan, termasuk akibat pandemi COVID-19, sebagaimana prediksi  FAO (2020) dan World Food Progamme (2020).

“Kondisi koperasi pangan yang kita miliki belum optimal, masih serba terbatas,” katanya.

Dari segi jumlah hanya sekitar 11 persen atau 13.821 unit, dari total koperasi aktif di Indonesia (123.048 unit).

Dari segi volume usaha koperasi pangan juga lebih kecil lagi, yakni menghasilkan Rp11 triliun atau kurang dari 8 persen dari total volume usaha koperasi di Indonesia menghasilkan sebesar Rp154,718 triliun.

“Selain itu, tantangan sektor pangan kita kompleks mulai dari keterbatasan akses lahan, pembiayaan, dan pasar hingga rantai pasok yang terlalu rumit dan panjang,” kata Teten.

Koperasi sebagai lembaga sosial-ekonomi hadir sebagai solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan melalui konsolidasi orang (petani), lahan, pembiayaan, logistik, pasar hingga kaitannya dengan program-program pemerintah.

Baca lagi  Mulai 1 Februari Beli Pulsa, Kartu Perdana, Voucer Dikenai Pajak, Ini Penjelasannya

KemenkoUKM sedang dan terus memperkokoh koperasi dalam perekonomian nasional, melalui pengembangan koperasi pangan melalui optimalisasi Perhutanan Sosial (Perhutanan Sosial 12,7 juta hektar sudah dibagikan ada 4 juta hektar).

Ada pula Gerakan Belanja di Warung Tetangga yang merupakan kolaborasi KemenkopUKM dengan 9 BUMN Klaster Pangan, di antaranya BULOG dan PTPN. BUMN ini menghubungkan warung tradisional untuk masuk ke dalam platform daring serta menyediakan stok bahan baku yang mudah dengan harga kompetitif sehingga dapat bersaing dengan ritel modern.

“Kami juga mengembangkan laman khusus UMKM pada e-katalog LKPP yang melibatkan UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Jumlah pelaku UMKM dalam Pengadaan Pemerintah Secara Elektronik mencapai 1.237 penyedia dengan potensi total nilai paket pengadaan pemerintah bagi pelaku usaha kecil sebesar Rp310 triliun,” katanya.

Dari sisi pembiayaan, LPDB-KUMKM mulai tahun ini dan ke depan, dikhususkan hanya melayani pembiayaan koperasi. “PEN untuk Koperasi melalui LPDB dengan alokasi tambahan Rp1 triliun.”

Kemenkop terus melakukan pendampingan, pengawasan, penyuluhan, dan peningkatan SDM koperasi melalui 1.235 Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) di 33 Provinsi, 341 Kab/kota.

Kepala BPIP Prof.KH Yudian Wahyudi, Ph.D. mengatakan koperasi sejalan dengan Pancasila dari sisi nilai-nilai kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu, ikhlas setelah memberi, dan rela berkorban.

“Kebijaksanaan koperasi itu sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Staf Khusus Presiden RI Dr. Arif Budimanta Sebayang yang menyebut membangun koperasi pangan menjadi langkah efektif karena mayoritas masyarakat di Indonesia bergerak di sektor pertanian baik menjadi petani, nelayan, hingga pemanfaatan kehutanan.

“Pertanian memang menjadi jati diri masyarakat Indonesia, sehingga mengembangkan koperasi pangan merupakan langkah yang efektif,” kata Arif.

MULIA GINTING

 

 

Related posts

India Blokir 59 Aplikasi Seluler Asal China, Ini Melanggar WTO

adminJ9

SesmenkopUKM: LPDB dan PNM Berkolaborasi Dukung Komida

adminJ9

Pemerintah Siapkan Budget Rp3,8 triliun untuk Pulihkan Sektor Pariwisata

adminJ9