Jurnal9.com
News

Di Sragen Sekeluarga Meninggal Karena Positif Terinfeksi Virus Corona

SRAGEN, jurnal9.com – Tiga orang dalam satu keluarga di Desa Wonorejo, Kalijambe, Kabupaten Sragen, meninggal karena dua di antaranya positif virus corona. Mereka dari keluarga, ibunya berinisial S, 57, dan ayahnya, SD, 60, meninggal pada Kamis (5/11), dan LD, 28, anak perempuannya yang baru menikah menyusul sehari kemudian.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen mengatakan kasus kematian tiga orang dalam satu keluarga tersebut disebutkan sebagai klaster keluarga penularan covid-19.

Seperti dikutip Solo Pos bahwa sang ayah, LD meninggal pada Senin (9/11). Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen melakukan tracing kontak klaster keluarga tersebut dengan mengambil sampel swab 119 orang di Technopark Sragen, Selasa (10/11).

Kepala DKK Sragen dr Hargiyanto menjelaskan kasus sekeluarga yang meninggal di Kalijambe itu masih klaster keluarga, belum dikatakan klaster hajatan yang diadakan di desa tersebut.

Ia mengatakan DinasKesehatan Kabupaten Sragen sudah melakukan tracing dan menemukan 119 orang kontak erat, salah satunya menantu dari satu keluarga itu. Kontak erat itu menjalani pengambilan sampel swab di Technopark Sragen.

“Namun, 119 orang yang belum tentu datang semua. Saya belum mendapat laporan hasil swab test. Nah, kalau dari 119 orang itu hasilnya ada yang terkonfirmasi positif covid-19, nanti bisa masuk klaster hajatan,” ujarnya.

Hargiyanto menyampaikan ada penambahan kasus baru konfirmasi positif covid-19 sebanyak 14 orang pada Selasa (10/11). Tiga orang dari 14 kasus itu meninggal dunia.

Salah satu kasus kematian itu menyebut  S, 54, warga Desa Wonorejo, Kalijambe, Sragen, yang meninggal Senin (9/11) sore di RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen.

Dua warga lainnya yang meninggal dunia berasal dari Kecamatan Sragen Kota yakni IS, 62, warga Sragen Kulon yang meninggal dunia di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dan TW, 61, warga Kelurahan Karangtengah, yang meninggal di RS Kasih Ibu Solo.

Baca lagi  BPOM-MUI-Kemenag Menjamin Keamanan dan Kehalalan Vaksin Corona dari China

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengatakan kepada para wartawan ia mengaku baru tahu ada kasus sekeluarga meninggal di Wonorejo, Kalijambe.

Dedy mengaku masih berkoordinasi dengan DKK dan untuk penanganan masih fokus pada klaster keluarga karena yang paling dominan.

Jika hasil pemeriksaan tracing menunjukkan positif, maka mereka yang tertular virus corona di Desa Wonorejo itu menjadi klaster hajatan. Meskipun begitu Dedy mengatakan tidak akan mengambil kebijakan ekstrem melarang hajatan, tetapi mempertimbangkan adanya jaminan protokol kesehatan.

“Yang jelas akan memperketat protokol kesehatan. Misalnya, tidak perlu menuliskan daftar hadir karena pulpennya bisa menjadi sumber penularan. Selain itu tidak perlu makan di tempat hajatan baik prasmanan atau makan biasa, dan seterusnya,” ujarnya.

Total kasus konfirmasi positif covid-19 di Sragen per Selasa (10/11) mencapai 967 orang. Perinciannya 158 orang rawat inap, 769 orang sembuh, dan 40 orang meninggal dunia.

RAFIKI ANUGERAHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

 

Related posts

Haji Tahun 2021 Dibatalkan Pemerintah, IPHI: “Jangan Ada Dusta di Antara Kita”

adminJ9

Menebak Siapa yang Bermain Beras? Buwas: Stok Beras Melimpah, Kok Mau Impor

adminJ9

Bamsoet Berharap UMKM Selamatkan Indonesia dari Resesi Ekonomi

adminJ9