Jurnal9.com
Headline Inspiration

Bengkel ‘Prabuss Auto Works’ Berkonsep Self Services, Education, and Fun

Ini ruang bengkel Prabuss Auto Works yang memberikan kenyamanan bagi pemilik mobil yang sedang melakukan perawatan.

JAKARTA, jurnal9.com – Barangkali ada yang baru dengar sebuah bengkel berkonsep self service, education and fun. Seperti apa sih.. bengkel yang melayani sendiri, terus bentuk edukasi dan fun-nya? Kalau penasaran ingin tahu, datang aja ke Prabuss Auto Works yang berlokasi di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan. Lokasinya, persis di seberang mal casablanca. Kota Kasablanka atau Kokas.

Konsep bengkel ‘Prabuss Auto Works’ ini agak unik jika dibandingkan bengkel-bengkel yang sudah ada. Lihat luas bengkelnya saja menempati area 1.700 meter,  dengan bangunan gedung tiga lantai. Sebagian besar konektivitasnya adalah mobil. Tapi ada juga motor besar.

Selama ini umumnya bengkel mobil itu melayani jasa perbaikan dan perawatan mobil. Ketika pemilik mobil ada masalah dengan mesinnya, atau kerusakan komponen lainnya atau perawatan untuk ganti oli misalnya, maka bengkel jadi alternatif. Karena di bengkel tersebut ada tenaga tehnisinya.

“Saya tidak mau membuka bengkel yang umum dan biasa-biasa saja. Bengkel Prabuss menawarkan atau berkonsep self services, education, and fun. Ketiganya saling terkait dan melengkapi,” ungkap pemilik bengkel Prabuss, Prakoso Budi Susetyo.

Prakoso Budi Susetyo

Lalu Prakoso menjelaskan mengenai konsep self services di bengkelnya Prabuss, “Itu artinya pemilik mobil diberi kesempatan mengutak-atik [memperbaiki] sendiri. Prabuss hanya menyewakan tempat dan peralatan yang diperlukan dengan biaya yang kompetitif,” ujarnya.

‘Atau Pemilik mobil dipersilakan bawa montir dan spare-part sendiri. Prabuss Auto Works yang menyiapkan sarananya,” tegas dia.

Prakoso Budi Susetyo yang lebih akrab dipanggil ‘Koko’ ini merintis bengkel sejak 1993, dan mengajak pemilik mobil untuk datang ke Prabus Auto Works agar mendapatkan edukasi tentang kondisi mobilnya.

“Apalagi setiap mobil yang berbeda tahun dan jenis mobilnya, pasti beda spare part-nya. Mereka yang datang ke Prabus akan diberikan edukasi tentang mobilnya. Minimal tahulah membuka tutup oli dan mengganti oli atau membuka busi,” seloroh Koko sambil tertawa.

“Kami ingin agar mereka tidak hanya memiliki mobil belaka, tetapi selayaknya mengetahui apa yang harus dilakukan jika mobil tidak nyaman,” kata Koko.

Apabila sudah ‘mentok’, barulah para montir profesional dari Prabuss turun tangan. “Meski self services, kita tetap lakukan pendampingan. Pemilik mobil jadi tahu apa penyakit sebenarnya dari mobilnya, karena dia ikut terlibat dalam bongkar pasang mesinnya. Ini kan edukasi buat mereka ya,” jelas Koko.

Baca lagi  Permintaan Maaf ICW kepada Moeldoko Tak Akan Menghapus Pidana

Konsep self services yang dikembangkan Prabuss Auto Works ini sifatnya  memberikan edukasi kepada pemilik mobil. Minimal, untuk hal-hal ringan sampai perbaikan berat.

“Ketika ada masalah di jalan, pemilik tahu apa penyebabnya, dan juga tahu apa yang harus dilakukan. Bila bermasalah, pemilik tidak bisa dibohongi montir jalanan,” kata Koko.

Bagaimana respon konsumen selama ini yang pernah datang ke Prabuss untuk melayani sendiri perawatan mobilnya? Tanggapan konsumen cukup positif. Lihat saja, meski Prabuss sudah menyediakan ruang tunggu yang nyaman, dan konsumen merasa puas dan senang dalam penanganan sendiri perbaikan mobilnya.

“Konsumen lebih banyak ikut di bawah dan di samping mobilnya, ketika montir bekerja. Apalagi, montir-montir Prabuss diarahkan komunikatif dengan pemilik terkait kondisi mobilnya,” tukas Koko.

Lalu apa hubungannya dengan konsep fun? Karena di Bengkel Prabuss, terpajang aneka mobil retro supercar. Sebagian besar mobil JDM atau Japan Domestic Market yang memiliki kisah dan sejarah. Jenisnya mulai dari Toyota Supra MK4, Nissan GTR R32, R33, dan R34, Honda NSX, Mitsubishi 3000 GT, Toyota AE 86, serta Toyota Celica GT Four.

Konsumen bisa melakukan Garage Tour in Dream Garage, menyaksikan dan menyentuh mobil-mobil langka yang jarang ditemui di jalanan di Indonesia.

“Saya terkadang bercerita kisah dan sejarah di balik mobil tersebut untuk pengetahuan konsumen. Tapi, tidak jarang juga ada konsumen yang paham betul lalu bercerita tentang mobil tersebut, termasuk jenis-jenis mesinnya. Dan saya menjadi pendengar,” kata Koko.

Di bengkel Prabuss Auto Works ini tidak hanya melihat deretan mobil langka, tetapi juga ada ruang pameran khusus (di lantai 3) tempat dipajangnya 200 pasang velg langka dan klasik. Dari velg buatan Jepang hingga Eropa tersusun rapi.

Film layar lebar Fast and Fariuos mengangkat kembali citra mobil retro jenis supercar hingga berbandrol selangit. “Dulu waktu membeli harga sih murah, tapi sekarang jangan ditanya. Harga retro supercar bisa mencapai miliaran rupiah.”

Nikmatilah penawaran Prabuss Auto Works karena mengedepapankan knowledge yang vital bagi setiap individu. Maknanya, setiap pemilik mobil tidak hanya mengemudikan kendaraan secara piawai.

Nilai plus jika pemilik mobil tahu apa tindakannya saat mendapat engine trouble di jalan maupun ketika mendengarkan suara mesin bermasalah atau tidak saat di garasi. Prabuss Auto Works bisa menjadikan anda menjadi orang profesional.

MULIA GINTING

 

Related posts

Madonna Mengaku Sudah Sembuh dari Infeksi Virus Corona

adminJ9

Awas Lho! Banyak Milenial yang Kurang Gerak, Terserang Stres dan Risiko Hipertensi

adminJ9

Petinggi Disney asal AS Jadi CEO TikTok, Apakah ini Taktik China Lunakkan AS?

adminJ9