Jurnal9.com
HeadlineNews

BKN Harus Jelaskan 100.000 PNS Hantu: Kok Bisa Tidak Ada Orangnya, Tetap Digaji

Ketua MPR Bambang Soesatyo

BKN harus menjelaskan kok bisa tidak ada orangnya, tetap digaji. Ini harus diungkap kronologis kasusnya mengenai data PNS yang misterius itu 

JAKARTA, jurnal9.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama kepolisian untuk mengusut temuan 100.000 PNS hantu [data akurat 97.000 ASN] yang disebut misterius.

“Ada datanya, tapi tidak ada orangnya. Dan pemerintah tetap membayar gaji PNS yang misterius itu setiap bulannya,” ungkapnya.

“Saya meminta BKN harus menjelaskan kok bisa tidak ada orangnya, tetap digaji. Ini harus diungkap kronologis kasusnya mengenai data PNS yang misterius itu,” kata Bambang atau akrab dipanggil Bamsoet, dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (25/5/2021).

Apalagi temuan database yang diungkapkan BKN tersebut, lanjut Ketua MPR, sudah terjadi pada 2014 silam. Kasus PNS hantu ini akan menjadi polemik di kalangan masyarakat,

Apalagi pemerintah selama ini, kata Bamsoet, setiap bulan mengeluarkan gaji untuk 97.000 PNS misterius itu. Tapi setelah ditelusuri ternyata pegawai yang disebut PNS hantu tersebut tidak ada orangnya. Cuma ada datanya saja.

Sebelumnya Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, menjelaskan kronologis 97.000 PNS misterius atau yang tidak jelas keberadaannya itu, setiap bulannya mereka tetap mendapatkan gaji dan iuran pensiun.

Menanggapi penjelasan itu, Bamsoet juga meminta BKN untuk melakukan evaluasi sistem database yang belum diperbarui. Sehingga data yang ada sekarang ini ada yang palsu.

“Data ASN di BKN perlu dimutakhirkan, dilengkapi (PNS, PPPK) dan PPT non-ASN, supaya data yang ada menjadi valid dan akurat,” tegas Ketua MPR itu..

Selain itu pentingnya komitmen BKN untuk terus mengelola dan menjaga kerahasiaan data ASN.

Baca lagi  Pertamina Lakukan Oplos Minyak Mentah, Menurut Ahli Konversi Energi ITB, Hal yang Lazim

Hal itu perlu dilakukan melalui akses daring kedalam aplikasi MySAPK berbasis gawai dan website yang ditetapkan BKN sebagai otentifikasi data ASN dan PPT non-ASN.

RAFIKI ANUGERAHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

 

Related posts

Kubu Prabowo-Gibran Tantang Paslon Ganjar-Mahfud untuk Buktikan Kecurangan Pilpres

adminJ9

Ini Alasan MA Tolak Permohonan PK Ketujuh Terpidana Kasus Vina Cirebon

adminJ9

Ini Alasan Polisi Tetapkan Nurhayati Jadi Tersangka; Sebagai Pelapor Korupsi

adminJ9

Leave a Comment