Jurnal9.com
BusinessHeadline

Integra Indocabinet (WOOD) pada 2025 Bukukan Penjualan Rp 2,63 Triliun

PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) yang memproduksi furnitur kayu

SURABAYA, jurnal9.com – PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) sepanjang 2025 membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,63 triliun, atau turun 5,8% year on year  dibandingkan 2024 yang mencapai Rp 2,79 triliun.

“Penjualan ini dicapai di tengah menurunnya siklus pasar, namun perseroan mampu menjaga kinerjanya dengan ditopang pertumbuhan pada segmen building components yang menjadi motor utama pertumbuhan. Dan terdapat beberapa sumber pertumbuhan lainnya dari pengembangan produk baru,” papar Wang Sutrisno, Direktur PT Integra Indocabinet Tbk dalam public expose di Surabaya, Jumat (19/6/2026).

Meskipun begitu, Wang mengakui menurunnya pendapatan ini telah menekan profitabilitas perusahaan dengan signifikan akibat beban operasional.

“Laba usaha mengalami penurunan 23,8% YoY menjadi Rp 289 miliar, EBITDA menyusut 19,2% menjadi Rp 383 miliar, sehingga berdampak pada merosotnya laba bersih sebesar 57,6% YoY menjadi Rp 65 miliar dari Rp 155 miliar pada 2024,” ia menjelaskan.

Melambatnya pasar ekspor AS, kata Wang, menjadi pemicu utama yang berkontribusi hingga 82,2% dari total penjualan. Penjualan ke AS tersebut terkoreksi 14,2% YoY menjadi Rp 2,16 triliun.

“Di tengah tekanan ini, total aset perseroan masih mampu tumbuh 2,1% menjadi Rp 8 triliun, karena didorong kenaikan persediaan barang sebesar 8,35%,” paparnya.

Meskipun segmen manufaktur turun drastis hingga 52,9% menjadi Rp 385,5 miliar, lanjut dia, perseroan masih terselamatkan oleh performa solid dari segmen building components.

“Segmen ini tumbuh 13,8% menjadi Rp 2,24 triliun. Dan menjadi tulang punggung baru pendapatan perusahaan. Secara total kontribusi manufaktur ekspor mendominasi porsi penjualan yang mencapai 98,6%,” ia menjelaskan.

Di tengah melambatnya pasar ekspor AS itu, Wang merasa optimis kalau pasar Eropa masih memberikan harapan besar. Ini bisa dilihat pada pencapaian penjualan ekspor ke Eropa sepanjang 2025 yang terus melonjak 654% menjadi Rp 242,1 miliar.

Baca lagi  Muktamar NU 2021 dan Kepentingan Politik

“Momentum ini terus berlanjut hingga memasuki awal 2026 ini. Pada kuartal I 2026, penjualan ke Eropa melonjak hingga 2.133% menjadi Rp 112,7 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya.

“Tak hanya Eropa, pasar domestik pun mulai menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat. Ini bisa dilihat dengan melonjaknya penjualan sebesar 634% menjadi Rp 31,6 miliar pada kuartal pertama tahun ini,” tegas Wang.

Dia menjelaskan pada kuartal I 2026, perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 722,40 miliar dengan laba bersih Rp 28,62 miliar. Untuk ekspor building components berkontribusi sebesar Rp 631,05 miliar atau setara 85,35% dari total penjualan triwulan pertama ini.

AMRULLAH  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Kerjasama BPOM-KemenkopUKM Tekankan Pentingnya Keamanan Pangan UMKM

adminJ9

Studi: Buah Naga Turunkan Risiko Diabetes, Memelihara Kesehatan Jantung, Mata dan Haluskan Kulit

adminJ9

Penting Pengawasan OJK dan Polri Terhadap Praktek Ilegal Berkedok Koperasi

adminJ9

Leave a Comment