Jurnal9.com
Business Headline

Stok BBM Pertalite Kian Tipis, Sri Mulyani Pusing Terus Tambah Subsidi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, jurnal9.com – Stok BBM jenis Pertalite di beberapa SPBU wilayah Jakarta, dan Bogor dikabarkan banyak yang kosong karena kehabisan. Dan pengiriman dari depo Pertamina telat. 

Sejak harga Pertamax naik menjadi Rp 12.500 per liter, kini banyak konsumen yang beralih memilih BBM jenis Pertalite. Karena Pertalite tak mengalami kenaikan, tetap Rp 7.650 per liter. Akibatnya stok Pertalite di sejumlah SPBU banyak yang kehabisan.

Menipisnya stok BBM jenis Pertalite itu, kemudian DPR RI dan pemerintah sedang membahas untuk minta tambahan 5 juta kiloliter. Semula kuota 23 juta Kiloliter ditambah 5 juta kiloliter menjadi 28 juta kiloliter. Ini untuk memenuhi stok tercukupi hingga akhir tahun.

Namun kondisi ini bikin pusing Menkeu Sri Mulyani Indrawati yang harus menambah anggaran subsidi.

“Artinya, bakal ada tambahan subsidi di atas Rp502 triliun yang sudah kita sampaikan. Belum harga minyaknya sendiri yang kita asumsikan di dalam APBN kan basisnya USD100 per barel. Kemarin pernah sampai US$120 per barel, jadi itu tambahannya,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Dengan ada tambahan subsidi sebesar itu, Menkeu Sri Mulyani tampak makin pusing. Karena anggaran subsidi makin membengkak. “Saya berharap Pertamina untuk betul-betul mengendalikan volumenya supaya APBN kita tidak terpukul,” ujarnya.

Menurut dia, ada tiga hal yang membuat alokasi APBN kian membengkak. Yaitu volume BBM subsidi yang terus naik dari kuota, harga keekonomiannya juga lebih tinggi dari yang sudah diestimasikan, lalu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Itu semuanya memberikan tekanan pada APBN kita di 2022 ini. Meskipun APBN-nya bagus, surplus sampai bulan Juli, tapi tagihannya ini nanti kalau volumenya tidak terkendali akan lebih besar pada semester II,” jelas Sri Mulyani.

Baca lagi  Sri Mulyani Yakin Ekonomi 2021 Mampu Tumbuh Hingga Kisaran 5 persen

Karena itu ia meminta Pertamina untuk membatasi volume konsumsi BBM subsidi, seperti Pertalite dan Solar.

Pemerintah kini tengah membahasnya dengan Pertamina, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri ESDM Arifin Tasrif terkait subsidi BBM tersebut. Supaya APBN bisa lebih tahan terhadap kenaikan harga keekonomian BBM.

“Kita mencoba meng-absorb shock-nya tadi. Tekanan yang muncul gede banget. Kita  absorb dengan APBN dengan dana sampai Rp 502 triliun,” kata Sri Mulyani.

“Tapi kalau shock-nya gede terus, dan menyebabkan subsidi sangat besar, kita herus mencari langkah-langkah untuk mengamankan rakyat, mengamankan ekonomi dan mengamankan APBN,” tegasnya.

RAFIKA ANUGERAHA M 

Related posts

Aung San Suu Kyi dari Balik Jeruji Minta Masyarakat Harus Melawan Kudeta Militer

adminJ9

Cerita Sri Mulyani Waktu SD SMP Nilai Raportnya Merah, Tak Pernah Juara Kelas

adminJ9

Koperasi Mahasiswa Dapat Berfungsi Sebagai Laboratorium Perkoperasian

adminJ9