Jurnal9.com
Headline Travelling

Menuju New Normal, Indonesia akan Buka Koridor Pariwisata di 4 Negara

Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah ini juga menjadi daerah destinasi paling favorit di Indonesia yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.   (Foto:  Dok. Pariwisata)

JAKARTA, jurnal9.com –  Pemerintah terus mempersiapkan kondisi new normal di sejumlah daerah destinasi wisata, setelah anjlok diterpa pandemi corona sejak awal tahun. Kini mulai dipromosikan kembali sektor pariwisata Indonesia ini dengan membuka koridor pariwisata (travel bubble) ke empat negara, China, Jepang, Korea Selatan dan Australia.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo RM Manuhutu mengatakan pihaknya sedang membahas hal koridor pariwisata ini dengan Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Jumat, seperti dikutip Antara.

“Kita sedang merancang travel bubble di empat negara, China, Korea Selatan, Jepang, dan Australia. Ini sudah dibahas dalam rapat terbatas (ratas) pada 28 Mei lalu. Kita buka empat negara dulu, baru ke negara lain, tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Menurut Odo, keempat negara dipilih karena pertimbangan banyaknya wisatawan dari negara tersebut yang berkunjung ke Tanah Air. Selain itu pertimbangan lainnya adalah aspek bisnis lantaran keempat negara itu banyak berinvestasi di Indonesia.

Ketika jelang matahari tenggelam di ufuk barat, banyak wisatawan mancanegara menikmati pemandangan dari puncak Candi Borobudur ini.

Dia menjelaskan dalam waktu dekat kemungkinan hanya para pebisnis saja yang akan bepergian. Karena itu, travel bubble bisa dibuka dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan yang ketat.

“Namun tidak tertutup untuk wisatawan. Nanti lokomotifnya adalah pengusaha yang datang ke Indonesia. Setelah pengusaha mulai datang, tentu ini akan mendorong wisatawan untuk berkunjung,” jelasnya.

Baca lagi  Ulah Stafsus Milenial Presiden yang Bikin Gaduh

Odo menjelaskan kriteria soal koridor pariwisata kini sedang dibahas oleh Kementerian Luar Negeri dengan beberapa negara. Nantinya akan ada proses perundingan untuk menyepakati kriteria yang ditetapkan Indonesia sesuai dengan kriteria negara-negara tujuan koridor pariwisata.

“Setelah ada kesepakatan tersebut, dua sampai empat minggu kemudian kita sudah mulai bisa membuka travel bubble ini. Memang sudah ada banyak permintaan untuk membuka kembali jalur-jalur tertentu,” ungkapnya.

Menurut Odo, untuk membuka travel bubble, ada beberapa aspek yang perlu jadi sorotan, yaitu soal kesehatan, keamanan juga kesiapan teknisnya.

Dia  menambahkan pihaknya belum bisa memastikan kapan travel bubble bisa dibuka. Pasalnya, ini tergantung situasi di masing-masing daerah, terutama yang jadi destinasi utama, dalam penanganan covid-19.

RAFIKI ANUGERAHA M

 

Related posts

TMII Diambil Alih Negara karena Kerap Mengalami Kerugian Rp 40-50 Miliar Per Tahun

adminJ9

Jokowi Soroti, Dana Pemda Provinsi di Bank Rp 170 triliun Nganggur

adminJ9

Cerita Sri Mulyani Waktu SD SMP Nilai Raportnya Merah, Tak Pernah Juara Kelas

adminJ9