Jurnal9.com
Business

Menkop UKM Susun Konsep Arsitektur Pengembangan Koperasi Indonesia

Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki

Hari Koperasi Nasional ke-73

JAKARTA, jurnal9.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan cita-cita koperasi sebagai sokoguru ekonomi Indonesia belum tercapai, karena dua aspek, yaitu rendahnya partisipasi penduduk Indonesia yang menjadi anggota koperasi dan rendahnya kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional.

Koperasi sebagai salah satu lembaga ekonomi pertama di Indonesia yang dibentuk para pendiri bangsa, tujuannya sebagai sokoguru ekonomi Indonesia. Namun nyatanya, kondisi saat ini koperasi belum menjadi pilihan utama bagi masyarakat sebagai lembaga ekonomi.

“PBB mencatat rata-rata 16,31 persen penduduk dunia menjadi anggota koperasi. Namun sayangnya di Indonesia angka partisipasi tersebut masih lebih rendah, yaitu di kisaran 8,41 persen,” tegas Teten Masduki, dalam keynote speech saat webinar nasional dengan tema “Tantangan Peluang dan Posisi Koperasi dalam Perekonomian Nasional” di Jakarta, Senin (13/7).

Menteri mengatakan, kontribusi koperasi terhadap perekonomian Indonesia pada 2019 baru sebesar 0,97 persen, dan angka tersebut masih relatif lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata kontribusi koperasi terhadap ekonomi dunia, yaitu sebesar 4,30 persen.

“Kondisi ini disebabkan oleh kendala terkait regulasi, manajemen dan SDM, akses pembiayaan dan pengawasan,” katanya.

Koperasi secara umum telah memberikan kontribus positif terhadap perekonomian Indonesia, di mana 123.048 unit koperasi mampu mendorong pembentukan 5,54 persen rasio PDB Koperasi secara nasional serta menyerap 0,45 persen dari total angkatan kerja di Indonesia.

“Tetapi, dari total jumlah koperasi tersebut, masih didominasi Koperasi Simpan Pinjam dan unit Simpan Pinjam yang mencapai 59,9 persen, serta terkonsentrasi di Pulau jawa (46,5%),” cetusnya.

“Di sisi produktif khususnya sektor pangan,  baru 13.821 unit yang bergerak di sektor pangan atau setara 11,23 persen dari total koperasi dengan kontribusi omset sebesar 7,27 persen terhadap total omset koperasi di Indonesia.

Baca lagi  SeskemenkopUKM Minta Hentikan Stigmatisasi Negatif Terhadap Koperasi

Guna mendukung pengembangan koperasi yang lebih fokus dan terarah, Kemenkop tengah menyusun konsep Arsitektur Pengembangan Koperasi Indonesia ke depan. Untuk mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, modern, berdaya saing, dan mendukung UMKM  melalui 4 pilar kebijakan, berfokus pada infrastruktur, profesionalisme tata kelola koperasi, pembiayaan dan kapasitas usaha, serta pengawasan dalam konteks pembinaan terhadap Koperasi.

“Dalam arsitektur tersebut, pengembangan koperasi, kami arahkan agar sejalan dan mendukung pengembangan UMKM, sehingga akses UMKM terhadap permodalan, pasar, dan teknologi menjadi lebih luas, serta dampak ekonomi yang diberikan Koperasi dan UMKM dapat memberikan multiplier effect yang lebih besar baik terhadap anggota maupun ekonomi Indonesia,” ujar Teten.

Setiap pilar kebijakan akan didukung oleh pencapaian 24 rencana aksi strategis (strategic actions), terdiri dari 4 aksi strategis pada pilar infrastruktur, 6 pada pilar profesionalisme tata kelola koperasi, 7 pada pilar pembiayaan dan kapasitas usaha, serta 7 pilar pengawasan. “Dua puluh empat (24) aksi strategis secara bertahap diformulasikan untuk dicapai dalam rentang waktu sampai dengan tahun 2024,” tuturnya.

Dijelaskan, hal-hal yang bersifat fundamental, seperti penguatan regulasi, publikasi data, literasi, penyusunan model bisnis usaha koperasi, penguatan permodalan, akses pasar, serta penilaian kesehatan dan kepatuhan dalam konteks pembinaan koperasi, ditargetkan akan dicapai pada 2020.

Secara paralel, prasyarat untuk pencapaian aksi strategis pada tahun 2021 sampai dengan 2024 akan mulai disusun dan dalam pelaksanaannya, akan senantiasa dikoordinasikan dengan LPDB-KUMKM dan LLP-KUKM (SMESCO).

MULIA GINTING

Related posts

Eropa Tak Lanjutkan Lockdown Guna Hindari Ancaman Ekonomi Lebih Buruk

adminJ9

MenkopUKM Apresiasi Marketplace Pertanian yang Lepas Ekspor Produk ke UEA

adminJ9

Ekspor Briket Produk UKM Binaan LPDB-KUMKM ke Hongkong dan Irak

adminJ9