
Ilustrasi perempuan childfree
JAKARTA, jurnal9.com – Cukup mengejutkan, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam kajiannya selama tahun 2023, menemukan sebanyak 71.000 perempuan di Indonesia yang memilih untuk tidak mau mempunyai anak.
Pasangan suami istri yang memutuskan untuk tidak mempunyai anak ini disebut childfree.
Dalam kajian BPS itu disebutkan, alasan pasangan suami istri yang memilih untuk tidak mempunyai keturunan ini, karena dipengaruhi faktor ekonomi dan karier.
Tentu saja temuan BPS mengenai banyaknya pasangan suami istri yang memilih untuk tidak mempunyai anak atau childfree ini mengundang perhatian Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan.
“Saya keget juga ditemukannya banyak sekali pasangan suami istri yang memilih hidup berumah tangga tanpa keinginan mempunyai anak. Ini menunjukkan adanya kesenjangan edukasi pada seorang perempuan yang memilih hidup childfree, berumah tangga tidak mau mempunyai anak ini,” ungkapnya.
“Ada gap ya.. kalau punya anak, dianggap sebuah beban, kalau orang tuanya tidak memberikan yang terbaik dengan kualitas,” ia menambahkan.
Karena pertimbangan itu, kata Veronica, banyak pasangan suami istri yang memilih untuk tidak mempunyai anak. “Mereka merasa tidak sanggup mengemban tanggung jawab itu”
“Mereka berpikiran: saya aja nggak bisa kasih kualitas dengan baik, ngapain saya punya anak,” kata Veronica menceritakan kehidupan pasangan suami istri yang memilih childfree.
Veronica menyoroti masih banyaknya perempuan yang belum mendapat edukasi, sehingga pernkahan dini masih banyak terjadi di masyarakat.
“Perempuan yang belum mendapat edukasi itu yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini, belum umur 19 tahun, mereka sudah menikah. Tapi mereka tidak tahu risikonya jika jangka panjang, mereka akan punya anak,” tuturnya.
Kejadian ini yang membuat pasangan suami istri dalam beberapa tahun terakhir ini mulai berpikir enggan mempunyai anak. “Karena kalau mempunyai anak akan memikul beban ekonomi yang lebih berat. Jadi faktor kesulitan ekonomi yang membuat banyak pasangan suami istri sekarang ini yang sudah tidak mau mempunyai anak. mereka memilih childfree,”
“Ada juga karena nggak diizinkan suami memakai KB, sehingga si istri mengikuti kemauan suami, dengan alasan faktor ekonomi.”
Childfree di Jepang dan Korea Selatan
Sama seperti di negara Jepang, Korea Selatan, dan Jerman, pasangan suami istri di sana sekarang ini banyak yang memilih hidup childfree, tidak mau mepunyai anak, karena dianggan punya beban ekonomi yang berat.
Seperti di Jepang, bayi yang lahir pada tahun 2023 hanya berjumlah 758.631 anak. Mencatat rekor paling rendah selama delapan tahun berturut-turut.
Sampai sekarang, Jepang masih merupakan negara yang banyak perempuan memilih untuk tidak mempunyai anak.
Perempuan Jepang yang lahir pada tahun 2.000 ada sekitar 31,6 persen hingga 39,2 persen yang tidak mau mempunyai anak.
Selama beberapa tahun terakhir, jumlah perempuan Jepang yang tidak mau mempunyai anak terus melonjak jumlahnya. Alasan yang utama karena konflik masalah rumah tangga. Mereka yang bermasalah kebanyakan perempuan yang berusia 25 hingga 49 tahun..
Itu data yang dirilis National Institute of Population and Social Security Research (IPSS) di Tokyo.
Begitu pun di Korea Selatan. Pada tahun 2022, jumlah bayi yang lahir menjadi 0,72 dari 0,78. Jumlah kelahiran turun 7,7 persen menjadi 230.000. ini merupakan rekor paling rendah
Krisis populasi tetap terjadi di Jepang dan Korea Selatan, meski pemerintahnya telah menyiapkan tunjangan untuk membantu mereka secara finansial. Karena alasan banyak perempuan di dua negara tersebut tak mau mempunyai anak disebabkan faktor ekonomi yang sulit.
RAFIKI ANUGERAHA M I GEMAYUDHA M
