Jurnal9.com
Business

KemenkopUKM Inisiasi Pusat Informasi Pemulihan Ekonomi KUMKM

Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki menjelaskan kementerian yang dipimpinnya menginisiasi Pusat Informsi Pemulihan Ekonomi Koperasi dan UMKM untuk melaporkan penyerapan dana yang disalurkan dan jumlah KUMKM yang menerimanya.

JAKARTA, jurnal9.com –  Kementerian Koperasi dan UKM menginisiasi Pusat Informasi Pemulihan Ekonomi Koperasi dan UMKM untuk melaporkan perkembangan penyerapan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi KUMKM. Laporan persentase total dana yang disalurkan, maupun jumlah KUMKM yang menerima setiap harinya.

“Ini adalah bentuk keterbukaan informasi kepada publik sekaligus mengajak semua stakeholder untuk bersama-sama mensukseskan program ini. Jika ditemukan kendala atau hambatan di lapangan, KemenkopUKM membuka Call Center PEN untuk KUMKM di nomor Hotline 1500 587 atau Whatsapp 08111 450 587,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pada Kisck-Off Pusat Informasi Pemulihan Ekonomi Koperasi dan UMKM di kantor KemenkopUKM, Jakarta, Kamis (2/7).

Teten menjelaskan, realisasi belanja untuk program PEN khusus sektor koperasi dan UMKM baru mencapai Rp 250,16 miliar. “Realisasi ini setara 0,20 persen dari total pagu yang ditetapkan sebanyak Rp 123,46 triliun,” ujarnya.

Serapan dana PEN memang tergolong masih rendah. Padahal Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu meminta agar bantuan dari pemerintah untuk UMKM dan koperasi yang terdampak buruk covid-19 supaya dipercepat.

“Sebenarnya, beberapa lembaga penyalur termasuk perbankan sudah mencairkan bantuan fiskal. Hanya saja, bank-bank tersebut masih banyak yang belum melakukan klaim atas dana-dana yang sudah disalurkan kepada UMKM,” kata Menkop.

Jumlah UMKM yang menerima program PEN per 1 Juli 2020, menurut menteri, total yang disampaikan Rp250,16 miliar. UMKM dan koperasi yang dapat dana sebanyak 212.846 unit. “Kecilnya penyaluran ini mungkin bank sudah melakukan, tapi belum klaim ke kita. Baru Bank BRI yang sudah mengajukan klaim subsidi bunga KUR,” kata Teten.

Baca lagi  Tidak Ada Pengurangan Jumlah Pelaku Usaha Formal dan Informal Hingga 30 Juta Orang

Menkop menjelaskan  dana PEN yang menjadi tanggung jawab KemenkopUKM melalui Badan Layanan Umum (BLU) LPDB KUMKM sebesar Rp1 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk pembiayaan modal kerja bagi koperasi yang terdampak covid-19.

“Dari anggaran Rp1 triliun tersebut sudah disalurkan sebesar Rp 237,2 miliar atau setara 23,72 persen,”  jelas Menkop.

Sementara itu  dana yang sudah disalurkan atau sudah diklaim lembaga penyalur di luar dari tupoksi LPDB sebesar Rp 12,96 miliar. Dana ini diwujudkan melalui pembayaran subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pada Juli ini akan ditargetkan sudah 50 persen (dari dana Rp1 triliun yang menjadi Tupoksi LPDB KUMKM). “Tapi itu tergantung koperasinya, mengajukan atau tidak. Sebab, ada koperasi yang hanya butuh relaksasi saja dan tidak mau mengajukan yang baru,” tutur Teten.

Seluruh dana PEN yang ditetapkan senilai Rp 123,46 triliun harus sudah bisa tersalurkan maksimal pada September mendatang. Karena itu, pihaknya bersama dengan kementerian dan lembaga lain sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) akan terus melakukan koordinasi agar bisa dipercepat penyalurannya.

“Kami sebagai user pelaksana PEN untuk koperasi dan UKM akan terus mendorong dan mengakselerasi pelaksanaan PEN agar bisa segera diterima UMKM dan koperasi sesuai arahan Presiden,” tegas Teten.

Pagu anggaran  PEN untuk sektor UMKM dan koperasi senilai Rp 123,46 triliun tersebut terbagi dalam beberapa skema penyaluran. Yaitu, melalui program subsidi bunga sebesar Rp 35,28 triliun. Kemudian melalui program belanja imbal jasa penjaminan sebesar Rp5 triliun, PPh Final UMKM ditanggung pemerintah sebesar Rp 2,4 triliun.

Penempatan dana untuk restrukturisasi sebesar Rp 78,78 triliun melalui penjaminan modal kerja (stop loss) sebesar Rp 1 triliun, dan melalui pembiayaan koperasi via LPDB KUMKM sebesar Rp1 triliun.

MULIA GINTING

Related posts

Presiden: Jaga Pertumbuhan Investasi, Ini Jadi Kunci untuk Hindari Resesi

adminJ9

MenkopUKM Apresiasi Kemitraan Marketplace-Bumdes Kembangkan Digitalisasi Ekonomi Desa

adminJ9

Hadiri RAT Kopdit Pintu Air NTT, MenkopUKM Dorong Tumbuhnya Usaha Sektor Kelautan

adminJ9