Jurnal9.com
Business

KemenkopUKM Gandeng Perbarindo Percepat Penyaluran Anggaran PEN bagi UMKM

Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki berbicara dengan pengurus dan Ketua Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia) soal penyaluran anggaran PEN bagi UMKM.

JAKARTA, jurnal9.com – Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia) guna mempercepat penyaluran anggaran PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) bagi UMKM.

“KemenkopUKM sedang mendorong penerbitan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) untuk menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), serta mempercepat proses bisnis Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) dan integrasi data dengan OJK,” kata Teten Masduki, Menteri Koperasi & UKM.

Menkop menjelaskan bahwa Perbarindo itu organisasi yang menghimpun BPR- BPRS yang merupakan salah satu ujung tombak penyaluran pembiayaan untuk UMKM. “Jumlah nasabah Perbarindo saja ada 4 juta pelaku UMKM dengan uang yang berputar sebesar 122 triliun,” ujarnya.

“BPR-BPRS termasuk menjadi bagian program restrukturisasi, karena banyak nasabahnya terkendala membayar cicilan bunga kredit, sehingga akan kami fasilitasi melalui subsidi bunga yang dibayarkan pemerintah,” kata Teten Masduki usai bertemu dengan pengurus Perbarindo di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Menkop, pemerintah ingin penyaluran anggaran PEN yang memiliki alokasi sebesar Rp123,46 triliun untuk UMKM, sebagian anggaran PEN Rp 695, 2 triliun, bisa dilakukan secepatnya.

Saat ini KemenkopUKM sedang mendorong penerbitan keputusan Menteri Keuangan (KMK) untuk menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), serta mempercepat proses bisnis Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) dan integrasi data dengan OJK.

“Karena itu kami bekerja sama dengan Perbarindo untuk segera melakukan restrukturisasi kredit, berupa penundaan pembayaran cicilan bunga pada UMKM yang terdampak pandemi covid-19, ” jelas Menteri.

Kerja sama dalam pembayaran subsidi bunga oleh pemerintah ini, kata Menkop, mirip dengan KUR, yang skemanya sudah selesai. Sedangkan yang non KUR dilakukan dengan BPR-BPRS melalui Perbarindo.

Baca lagi  KemenKopUKM Optimalkan Pendampingan Program KUR

KemenkopUKM juga berkeinginan memperluas kerja sama dengan Perbarindo dalam pemberdayaan dan channeling pembiayaan bagi UMKM, khususnya pembiayan yang ramah bagi UMKM.

Percepat penyaluran

Sementara itu Ketua umum Perbarindo Joko Suyanto mengatakan siap melakukan langkah-langkah guna percepatan kerjasama dalam penyaluran anggaran PEN.

“Kami bergerak cepat, karena karakteristik BPR dan BPRS memiliki kemudahan  penyaluran kredit dan menghimpun dana masyarakat dibandingkan dengan bank konvensional, sehingga BPR-BPRS masih tumbuh dan berkembang,” jelas Joko.

Menurut Joko, saat ini industri BPR dan BPRS dan jutaan nasabahnya diuji dengan adanya wabah covid-19 yang melanda Indonesia dan hampir seluruh dunia. Pandemi tersebut telah berdampak ke berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali sektor ekonomi dan keuangan.

“Dampak yang dirasakan oleh industri BPR dan BPRS adalah turunnya kemampuan nasabah untuk membayar angsuran dan meningkatnya penarikan dana simpanan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Joko

Dengan adanya kerja sama dalam penyaluran anggaran PEN ini, Joko optimis para nasabah BPR-BPRS yang sebagian besar UMKM akan banyak terbantu. “Jaringan kami terbentang dari Sabang sampai Merauke, ada sekitar 6 ribu outlet dengan jumlah BPR-BPRS sebanyak 1.600,” tambahnya.

MULIA GINTING

Related posts

Pemerintah akan Inisiasi LPS Koperasi untuk Jamin Kepercayaan Anggotanya

adminJ9

MenkopUKM: Penanganan Koperasi Sektor Pangan Harus Optimal

adminJ9

Utang Luar Negeri Indonesia pada Kuartal III Turun Kini Sebesar Rp 5.759 triliun

adminJ9