Jurnal9.com
Headline News

Kasus Virus Corona di Arab Saudi Tembus 200.000 orang

Suasana di dalam Masjidil Haram, Mekah dalam persiapan untuk pelaksanaan ibadah haji terbatas hanya 10.000 orang untuk warga Arab Saudi dan para ekspatriat yang bekerja di negara kerajaan ini.

RIYADH, jurnal9.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minggu lalu menyebutkan Timur Tengah akan menghadapi ‘ambang batas kritis’ wabah virus corona yang disebabkan terjadi pelonggaran (membuka lockdown) di berbagai wilayah negara itu.

WHO itu mengingatkan akibat pelonggaran di wilayah negara-negara Mediterania Timur yang membentang dari Maroko, Mesir, Iran, Arab Saudi hingga Pakistan, sedikitnya ada sejuta kasus virus corona mengancam negara-negara tersebut. “Wilayah Mediterania Timur berada di ambang batas kritis,” kata Dirjen WHO untuk Timur Tengah, Ahmed al-Mandhari dalam konferensi pers online seperti dikutip Aljazeera.com pada pekan lalu.

Setelah sepekan WHO merilis informasi ancaman kasus baru itu, Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan jumlah kasus virus corona di negaranya kini menembus angka 200.000. Dilaporkan pada Jumat (3/7) terdapat 4.193 kasus baru. Sehingga menambah jumlah keseluruhan kasus infeksi di Arab Saudi menjadi 201.801 orang.

Pasien sembuh pun meningkat menjadi 140.614 orang, setelah bertambah 2.945 kasus orang yang sembuh. Sedangkan jumlah pasien meninggal melonjak menjadi 1.802 orang dengan tambahan 50 orang kematian dalam dua hari terakhir.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menginformasikan bahwa ada 100 pasien lebih yang terjangkit virus corona dirawat menggunakan plasma darah dari pasien yang sembuh.

Pejabat WHO mengingatkan Pemerintah Arab Saudi, guna menghadapi ancaman makin menyebarnya virus corona, setelah lockdown di beberapa wilayahnya dibuka.

“Ada risiko jumlah kasus baru akan meningkat ketika ruang publik dibuka kembali, meski di negara-negara yang situasi sekarang mulai stabil,” kata Ahmed al-Mandhari, pejabat WHO untuk wilayah Timur Tengah ini.

Baca lagi  Golongan Kelas Peserta BPJS Kesehatan akan Dihapus, Layanan Kelas 1,2,3 Dilebur

Dia menyerukan soladiritas global dalam menghadapi pandemi dan mendesak semua untuk memperkuat sistem perawatan kesehatan masyarakat.

ARIEF RAHMAN MEDIA

 

 

 

Related posts

Kenapa Dokter Anjurkan Obat Antibiotik Harus Dihabiskan? Ini Penjelasannya

adminJ9

Beredar Berita Jemaah Haji Indonesia Ditolak Saudi, Karena Masih Berutang Akomodasi?

adminJ9

KH Hasyim Wahid, Adik Bungsu Gus Dur Meninggal Dunia

adminJ9