Jurnal9.com
News

Kembangkan Destinasi Wisata Alam Petungkriyono melalui Koperasi dan Medsos

PEKALONGAN, jurnal9.com – Jawa Tengah menyimpan potensi besar di sektor pariwisata yang masih bisa dikembangkan. Misalnya wisata alam Petungkriyono, sekitar 50 kilometer dari Pekalongan.

“Untuk pengembangan itu, sebaiknya pegiat atau pengelola destinasi di Petungkriyono membentuk atau bergabung dengan badan hukum koperasi,” kata Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim, pada acara pelatihan kewirausahaan di kawasan pariwisata, di Yosorejo, Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (8/8).

Acara dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini.

Arif mengatakan, dengan berkoperasi maka lebih mudah mengakses ke pembiayaan maupun program-program pemerintah lain. “Koperasi wisata alam Petungkriyono bisa menjadi koperasi besar karena memiliki potensi sangat besar,” ucap Arif.

Dia mengajak pegiat wisata di Petungkriyono untuk promosi dan memasarkan wisata alam melalui teknologi seperti media sosial. Dengan sering upload foto keindahan alam Petungkriyono di sosial media (sosmed) semakin banyak yang tahu dan bakal datang berkunjung.

Arif yakin dalam dua tahun ke depan wisata alam Petungkriyono bakal menjadi primadona baru wisatawan lokal dan mancanegara. Apalagi, sarana jalan Pekalongan ke Petungkriyono sangat mulus. Manfaatkan itu sebagai keunggulan.

Ketua BUMDes Bersama (BUMDesMa) Petung Jaya, Slamet Susanto, berharap pelatihan kewirausahaan dan perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM di Petungkriyono dapat mendorong dan menyadarkan masyarakat, khususnya Kelompok Sadar Wisata akan manfaat media sosial dan koperasi.

Sudah ada koperasi sebagai perintis, yaitu Kopisetara atau Koperasi Sentra Wisata Alam Nusantara. Permodalan bagi pegiat pariwisata akan diperoleh dari koperasi. Koperasi juga mengelola sarana outbond di setiap destinasi di Petungkriyono.

Ke depannya, pengembangan koperasi akan menambah fasilitas bagi wisatawan seperti penyewaan motor, sepeda, dan sebagainya.

“Kita juga akan mengembangkan pusat oleh-oleh khas Petungkriyono. Sayuran dan kopi hasil petani akan dijadikan souvenir bagi wisatawan,” ucap Slamet.

Sejak marketplace kondang Tokopedia masuk ke Petungkriyono memberi pelatihan dan edukasi masyarakat dari offline ke online, pemasaran Kopi Petung semakin meluas.

“Produk Petungkriyono seperti kopi dan gula semut, sudah dijual di tokopedia, shopee, bukalapak,” kata Slamet.

Hal terpenting untuk maju dan berkembang harus kreatif dan berinovasi. Lihat saja, sebelum tahun 2004, kawasan Petungkriyono seluas 7000 hektar, belum cukup dikenal banyak orang.

Namun, setelah mendapat sentuhan kreatif, nama Petungkriyono sebagai wisata alam mulai menggema hingga ke mancanegara.

Pada tahun itu, Slamet baru memoles dan mengembangkan Desa Curug Muncar sebagai kawasan wisata. Setelah mendapat respon positif, pada 2008, seluruh potensi desa-desa di Petungkriyono ikut dikembangkan.

Baca lagi  Masjid Pertama di Kota Athena Dibuka, Muslim Yunani Mulai Bisa Shalat Jumat

“Kita bekerjasama dengan Perhutani sebagai pemilik lahan,” kata Slamet yang alumni IPB jurusan kehutanan (ekowisata) angkatan 38.

Kawasan Petungkriyono memiliki sembilan desa, Yosorejo, Simego, Gumelem, Telogohendro, Telogopakis, Kasimpar, Kayupuring, Curug Muncar, dan Songgodadi.

“Semua desa di Petungkriyono memiliki potensi air terjun atau curug yang indah untuk dinikmati wisatawan,” ucap Slamet.

Selain air terjun dan keindahan alam hutannya, Petungkriyono juga memiliki potensi camping ground, budaya masyarakat, peninggalan sejarah (tugu Belanda), dan Situs Gedong (megalitikum batu-batu besar). “Juga ada peninggalan Linggayoni, yaitu kepercayaan orang Hindu masa lalu tentang kesuburan tanah di Petungkriyono,” kata Slamet.

Dalam waktu dekat, ada fasilitas wisatawan penggila paralayang di Desa Yosorejo.

Untuk mengelola destinasi Petungkriyono, setiap desa memiliki dua Kelompok Sadar Wisata, dan BUMDesMa sebagai holdingnya.Jumlah wisatawan yang datang ke Petungkriyono terus meningkat, terutama pada musim liburan dan akhir pekan. Di Curug Lawe saja ada sekitar 2.000 orang per bulan. Bahkan, di Welo Asri sudah mencapai 3000-4000 orang perbulan. Di era New Normal saat dibuka, pengunjung ke Petungkriyono tercatat overload.

“Di Welo Asri ada permainan River Tubing meluncur di sungai memakai ban seperti Goa Pindul di Yogyakarta,” kata Slamet.

Turis Asing

Khusus turis asing, biasanya melakukan wisata pengamatan hewan di hutan. Di hutan Petungkriyono ada beberapa jenis hewan primata (monyet dan Lutung Owa Jawa), serta jenis-jenis burung. “Biasanya ramai turis asing itu awal September,” ungkap Slamet.

 

Terkait fasilitas bagi wisatawan, Slamet mengakui belum sempurna seperti kawasan wisata terkenal lainnya. Baru ada lima homestay sederhana di setiap desa. Totalnya, ada 45 homestay di Petungkriyono.

“Baru ada satu semacam resort, rumah pohon, dan rumah kayu di kawasan Curug Lawe,” aku Slamet.

Meski begitu, jalanan menuju Petungkriyono menanjak terjal dan menurun tajam, terbilang bagus dan mulus. Rencananya, jalan menuju Petungkriyono dari Pekalongan akan menjadi jalan provinsi.

Sejak Petungkriyono dikenal sebagai destinasi wisata, dampaknya terhadap ekonomi masyarakat sekitar sudah dirasakan. Banyak warga membuka homestay, warung makan, toko kelontong, dan sebagainya, guna memenuhi kebutuhan para wisatawan.

Slamet menjelaskan, masih perlu proses untuk membangkitkan kesadaran masyarakat mengembangkan wilayahnya sebagai destinasi wisata. Masih butuh proses dari masyarakat petani menjadi kawasan wisata.

Selain potensi wisata, ada perkebunan kopi (arabica dan robusta), peternakan sapi, hingga sayur-sayuran. Akan dikembangkan wisata edukasi bagi siswa, terkait peternakan sapi.

“Peluang masih banyak di Petungkriyono yang bisa dikembangkan dengan berkoperasi.”

MULIA GINTING

 

Related posts

Ulah Stafsus Milenial Presiden yang Bikin Gaduh

adminJ9

Khutbah Jumat Sudais di Masjidil Haram Kecam Soal Karikatur Nabi Muhammad

adminJ9

Astaga! Ditemukan 100.000 PNS Hantu, Setiap Bulan Digaji, Tapi Tidak Ada Orangnya

adminJ9