Jurnal9.com
HeadlineInspiration

Kejadian Bencana Alam: Merupakan Bahasanya Tuhan Tegur Manusia

Ustadz Abdus Somad (UAS)

BANDA ACEH, jurnal9.com – Setiap kejadian di dunia, entah itu berupa bencana alam atau yang menimpa manusia, merupakan bahasanya Tuhan cara untuk mengingatkan dan menegur manusia di muka bumi ini. Dan adanya kejadian itu menunjukkan kepada manusia bahwa Allah yang berkuasa.

Manusia yang makin pintar dengan menguasai teknologi tak mampu menahan setiap kejadian yang didatangkan Allah ke dunia ini. Contoh negara Jepang yang sudah bisa bikin teknologi untuk mengantisipasi tsunami, buktinya tak bisa mencegah datangnya bencana tsunami yang mendadak menimpa negara itu beberapa tahun lalu.

“Untuk mempercayai kejadian alam ini harus dilihat dari iman pada Tuhannya, manusia  tak bisa melihat kekuasaan Tuhan itu hanya dari akalnya sendiri saja. Karena merasa sudah mampu merancang teknologi, akhirnya dia merasa lebih pintar dari Tuhannya,” ujar Ustadz Abdus Somad (UAS) saat menyampaikan tausiyah memperingati 17 tahun tsunami di Aceh Besar, Minggu  (26/12/2021).

“Ini sudah menyangkut aqidah terhadap alam semesta beserta penciptaan-Nya dan alam metafisika. Karena ini menyangkut kehidupan yang kelihatan mata dan yang tidak kelihatan mata,” ia menambahkan.

UAS bertanya kenapa harus mengingat peristiwa yang lalu, padahal kejadian ini menyedihkan saat mengungkap kembali luka lama, “Semua ini untuk mengingatkan banyak orang agar tidak berbuat dosa,” tutur dia di masjid Rahmatullah Lampuk Kabupaten Aceh Besar..

“Kejadian ini untuk mengingatkan orang-orang yang terus berbuat dosa, orang yang berbuat maksiat. Semua ini akan diminta tanggung jawabnya oleh Allah SWT,” tegas UAS.

Karena itu, lanjut UAS, manusia diingatkan agar tidak merusak alam. Ini semua merupakan perbuatan mungkar. Sebab jika tidak melarang orang berbuat mungkar, maka Allah SWT akan menurunkan adzabnya.

Baca lagi  Jenazah Dorce Gamalama Harus Dishalatkan Sesuai Jenis Kelamin Asalnya; Laki-Laki

“Biasanya saat adzab itu datang, manusia beramai-ramai ke tanah lapang dan tempat ibadah untuk berzikir kepada Allah. Doa kalian tidak akan dikabulkan, kenapa? karena tidak melakukan amar makruf nahi mungkar,” ungkap dai kondang asal Riau itu.

“Jadi kita harus mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan, ini menjadi salah satu wasilah dari amar makruf nahi mungkar,” kata UAS menambahkan.

UAS menyampaikan, peringatan tsunami ini tidak untuk membuka kembali duka 17 tahun yang lalu. Tetapi lebih menasehati diri sendiri, sehingga semua ini dapat menjadi pelajaran untuk berbuat lebih baik.

Mudah-mudahan, kata UAS, dengan peringatan 17 tahun tsunami Aceh ini dapat memberikan hikmah kepada orang-orang yang masih bermabuk-mabukan dan suka berzina. Semua ini merupakan perbuatan maksiat yang harus diakhiri dan segera berhenti untuk bertobat.

UAS juga berpesan kepada para jamaah untuk selalu mengajak orang lain agar berbuat baik, dan melarang perbuatan mungkar.

MASARAAFI  MEDIA 

Related posts

PT GEN Kembangkan Teknologi Ubah Gula Kristal Menjadi Cair, Hasil Produksi Naik Berkali Lipat

adminJ9

Ancaman Pembunuhan Peneliti BRIN Tunjukkan Bentuk Bullying pada Kelompok yang Berbeda

adminJ9

Busyro Pertanyakan Pola Penanganan Perkara dengan Penggunaan Kekerasan Senjata Api

adminJ9

Leave a Comment