Jurnal9.com
Headline News

Keajaiban di Vietnam, Semua Pasien Corona Sembuh, Apa yang Dilakukan?

 

Warga Vietnam bergembira atas keberhasilan negaranya mengobati semua pasien corona sembuh

JAKARTA, jurnal9.com – Vietnam selama 22 hari ini tidak ada laporan infeksi baru. Ini menandakan perkembangan wabah penyebaran corona di negara tersebut berhasil dihentikan, sehingga sejak 17 Maret lalu telah melaporkan 0 kasus baru, dan nol kematian.

Langkah Pemerintah Vietnam jika dibandingkan negara lain di Asia Tenggara, Vietnam merupakan pertama kali negara yang berhasil menghentikan dan mencegah penyebaran virus corona, dengan tidak memiliki kasus baru dan nol kematian.

Padahal sebelumnya, seperti diberitakan VN Express, sejak memasuki hari pertama liburan perayaan Tahun Baru Imlek (Januari 2020) melaporkan total kasus hingga hari ini (5/4) masih tetap 240 kasus.

Vietnam mengonfirmasi kasus infeksi virus corona yang menyebar di negaranya untuk pertama kali itu, disebabkan warganya dikonfirmasi positif terpapar covid-19 setelah kembali dari Eropa.

Kasus itu tercatat sebagai laporan kasus harian terbanyak sejauh ini. Dari 240 kasus yang ada, 90 kasus pasien sembuh dan 150 masih aktif dalam pengawasan dan perawatan.

Namun dilaporkan 3.736 suspect menjalani karantina di Rumah Sakit Vietnam. Suspect  corona diduga karena orang-orang yang telah melakukan kontak dengan pasien yang kembali dari daerah wabah. Mereka menunjukkan gejala batuk, demam, dan sesak napas.

Banyak yang menilai, Vietnam berhasil dalam menekan penyebaran virus corona di negaranya. Apa saja yang dilakukan Pemerintah Vietnam?

Pertama, menjaga jarak fisik atau physical distancing yang aman minimal 2 meter. Kebijakan ini diberlakukan sejak awal April hingga akhir April 2020. Jarak fisik bukan berarti membatasi produksi, perdagangan, dan layanan penting.

Namun, meminta masyarakat untuk tinggal di rumah dan hanya pergi jika ada keperluan mendesak. Seperti membeli makanan, obat-obatan, bekerja di pabrik, atau fasilitas produksi yang menghasilkan barang-barang penting untuk kasus darurat.

Baca lagi  Hati-Hati ! Orang yang Mudah Lelah, Sesak Nafas Bisa Jadi Tanda Gagal Jantung

Setiap orang harus menjaga jarak fisik yang aman minimal 2 meter dan tidak boleh berkumpul dalam kelompok lebih dari 2 orang di tempat umum.

Kedua, Pemerintah Vietnam menangguhkan semua penerbangan internasional yang masuk dan menghentikan layanan transportasi darat hingga 15 April 2020 untuk membatasi perjalanan domestik.

Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc telah memerintahkan larangan masuk bagi wisatawan dari negara yang memiliki banyak kasus. Misalnya, saat awal wabah, wisatawan asal Korea Selatan dilarang masuk. Sementara itu, wisatawan dari Iran dan Italia yang masuk langsung dikarantina 14 hari.

Ketiga, protokol kesehatan di Vietnam, yang diterapkan perwakilan WHO di Vietnam Dr. Kidong Park, mencegah penyebaran virus corona dengan langkah proaktif dan konsistensi pemerintah.

Seperti petugas kesehatan Vietnam membuat protokol untuk menilai infeksi dan tingkat keparahan. Jadi  dokter diharuskan mengobati gejala demam, pasien menjalani diet ketat dan makanan bergizi.

Keempat, semua sekolah di 63 kota dan provinsi di Vietnam diliburkan sejak awal perayaan Tahun Baru Imlek hingga sekarang.

Kelima,  mengeluarkan larangan impor-ekspor satwa liar. Sebab hewan liar telah diidentifikasi sebagai perantara penyebar virus corona yang mematikan itu melompat ke manusia. Ini mirip yang terjadi dengan SARS dan MERS.

Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc memerintahkan larangan impor hewan liar ke Vietnam. Departemen Perlindungan Hutan sementara waktu melarang pengangkutan hewan liar di luar wilayah provinsi atau keluar dari Vietnam.

RAFIKI ANUGERAHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Pencapaian Nagelsmann Pelatih Termuda Mengantar Leipzig ke Semifinal Liga Champions

adminJ9

Long Term Visa dengan Waktu 5 Tahun untuk Wisman Segera Diimplementasikan

adminJ9

Bahagianya Warga Palestina Saat Ramadhan, Memori: Israel-Palestina Sedang Konflik

adminJ9