Jurnal9.com
HeadlineLifeStyle

Jangan Sembarangan Konsumsi Suplemen atau Herbal, Tak Semuanya Dijamin Aman

Ilustrasi seseorang memiliki tekanan darah sistolik lebih dari 180 dan diastolik lebih dari 120, dan mengalami gejala seperti nyeri dada, pusing, atau sesak napas

JAKARTA, jurnal9.com – American Heart Association (AHA) menyebutkan tekanan darah dalam tubuh seseorang tidak selalu terkait adanya genetika. Tapi bisa juga dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang yang melakukan diet dengan mengkonsumsi suplemen atau herbal.

Selama ini banyak orang yang melakukan diet dengan banyak mengkonsumsi suplemen atau herbal yang dijual bebas. Padahal jenis suplemen atau herbal ini ada yang berisiko menyebabkan naiknya tekanan darah tinggi.

AHA merekomendasikan agar suplemen atau herbal yang dikonsumsi sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter ahlinya. Ada beberapa jenis obat yang berisiko dapat meningkatkan darah tinggi, seperti berikut ini

Penggunaan obat bebas

Orang-orang yang sering menggunakan obat bebas atau over the counter (OTC) untuk penyakit ringan, termasuk obat anti inflamasi seperti naproxen (Aleve) dan ibuprofen (Advil) terbukti bisa meningkatkan tekanan darah.

Obat-obatan seperti acetaminophen (Tylenol) atau paracetamol juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Selain itu banyak obat dekongestan yang dijual bebas ternyata diketahui bisa meningkatkan tekanan darah.

Bahkan ada beberapa obat resep yang diberikan dokter pun, menurut AHA, masih sering ditemui berupa obat yang menyebabkan pada peningkatan tekanan darah tinggi.

Obat KB oral Imunosupresan  dan obat kanker steroid, termasuk salah satu obat yang berefek pada naiknya tekanan darah tinggi.

Seperti disarankan dalam artikel kesehatan itu, siapa saja yang minum jenis obat-obatan ini sebaiknya berkonsultasi dengan dokter yang memberikan resep tersebut.

Dr. Elizabeth A. Jackson, MPH, profesor kedokteran di Departemen Penyakit Kardiovaskular di Universitas Alabama dalam Health Line juga menyebutkan suplemen dan kombinasi makanan tertentu juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Tidak semua suplemen dijamin aman.

Baca lagi  Muhammadiyah: Regulasi Minuman Beralkohol Tidak Terkait Islamisasi

Seperti jenis suplemen herbal yang menggunakan bahan-bahan seperti licorice dilaporkan dapat menyebabkan hipertensi.

Dalam beberapa makanan seperti keju, daging yang diawetkan, dan kedelai juga disebut mengandung tyramine tingkat tinggi. Zat ini dapat berinteraksi dengan antidepresan seperti penghambat oksidase monoamine (MAOIs), mengakibatkan episode hipertensi.

Untuk mendapatkan pengukuran yang akurat, ukur tekanan darah dengan menggunakan perangkat portabel yang dikalibrasi dan memiliki baterai yang baik.

Sebelum mengukur tekanan darah, sebaiknya mengosongkan kandung kemih, jangan merokok atau mengkonsumsi minuman kafein, 30 menit sebelum dilakukan pengukuran.

Tekanan darah normal

Berdasarkan pedoman saat ini, tekanan darah dapat dikategorikan normal jika memiliki angka sistolik (atas) kurang dari 120 dan angka diastolik (bawah) kurang dari 80.

Medical News Today, menyebutkan hipertensi stadium I terjadi ketika angka sistolik antara 130 hingga 139 dan diastolik antara 80 hingga 89.

Sedangkan hipertensi stadium II terjadi saat angka sistolik lebih besar dari 140, dan diastolik lebih besar dari 90.

Jika seseorang memiliki tekanan darah sistolik lebih dari 180 dan diastolik lebih dari 120, tapi mengalami gejala seperti nyeri dada, pusing, atau sesak napas, maka segera periksa ke dokter. Ini sudah termasuk keadaan darurat hipertensi.

Siapa pun yang mengalami keadaan darurat hipertensi seperti ini, secepatnya dibawa ke ruang gawat darurat terdekat. Karena keadaan ini berisiko stroke atau serangan jantung yang sangat tinggi.

RAFIKA ANUGERAHA M

Related posts

Presiden: Jaga Pertumbuhan Investasi, Ini Jadi Kunci untuk Hindari Resesi

adminJ9

Sri Mulyani: Jokowi Marah, Sebab Menteri Gunakan Anggaran Takut Langgar Hukum

adminJ9

Aktivis HAM PBB Sebut Proyek Sirkuit Mandalika di Lombok, Langgar HAM

adminJ9

Leave a Comment