Jurnal9.com
Business Headline

Indonesia Diprediksi Masuk Peringkat 5 Negara dengan PDB Terbesar Dunia pada 2024

Sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur PDB  (Produk Domestik Bruto) yang mencapai 19,98% pada kuartal I tahun 2020.

JAKARTA, jurnal9.com – Berdasarkan data World Bank dan International Monetary Fund (IMF), sejumlah negara di kawasan Asia diprediksi akan mendominasi daftar negara yang memiliki produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia pada 2024. Sejumlah negara Asia bakal menggeser posisi yang sebelumnya ditempati oleh negara Eropa.

Indonesia diprediksi menempati posisi kelima negara yang memiliki produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia pada 2024.

Seperti dikutip Bisnis Indonesia, menyebutkan data World Economic Forum (WEF), perekonomian China telah melaju kencang sejak dua dekade silam. Pada 1992, ekonomi China hanya menempati posisi 10 negara dengan PDB terbesar di dunia.

Kemudian pada 2008, kinerja ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut melejit ke peringkat tiga, di bawah Amerika Serikat dan Jepang. Namun Bank Dunia dan IMF itu memprediksi China bakal menduduki peringkat pertama dalam waktu empat tahun mendatang, sehingga akan  menggeser posisi Amerika Serikat.

India dan Indonesia diprediksi bakal melesat ke peringkat 3 dan 5 negara dengan PDB terbesar dunia pada 2024. Jepang yang menduduki peringkat 2 pada 1992 dan 2008, bakal turun ke peringkat 4. Peringkat Rusia juga bakal naik dari posisi 9 ke 6 pada 2024.

China could overtake the US as the world’s largest economy by 2024 https://t.co/ogVq87c9aR #International #Economics pic.twitter.com/XRUjLikY1z

World Economic Forum menilai masifnya perkembangan kelas menengah di Asia menjadi faktor utama perubahan peringkat negara-negara berpenghasilan terbesar di dunia pada tahun-tahun mendatang.

“Indonesia, bersama dengan Filipina dan Malaysia, diperkirakan akan meningkatkan angkatan kerja mereka secara signifikan pada tahun-tahun mendatang. Ini bisa dilihat dari kontribusi pada peningkatan pendapatan rata-rata untuk konsumsi,” tulis World Economic Forum seperti dikutip, Rabu (22/7).

Baca lagi  Penyiaran via Internet Disebut Ambigu, Bagaimana MK akan Putuskan Pengujian UU Penyiaran ini?

Perusahaan multi nasional Asia seperti Huawei (China) dan Tata (India) diprediksi akan terus bersinar pada perdagangan global.

Lembaga Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) mencatat kesenjangan antara pendapatan di pedesaan dan perkotaan tumbuh sangat cepat.

“Degradasi lingkungan dan tata kelola untuk lembaga pemerintah menjadi tantangan baru negara-negara Asia,” tulis FAO.

Barangkali Presiden Joko Widodo melihat data World Bank dan IMF sehingga memprediksi Indonesia bisa jadi salah satu negara kaya di dunia pada 2045. Menurutnya, status Indonesia yang baru saja naik dari negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower-middle income), di satu sisi, akan mendesak pemerintah dan seluruh elemen terkait untuk melakukan reformasi dan bergerak cepat mengejar target sebagai negara berpenghasilan tinggi (high income).

Sebagai catatan, bila mengacu kriteria yang ditetapkan Bank Dunia per hari ini, suatu negara dapat dikatakan berpenghasilan tinggi bila mampu menghasilkan Gross National Income (GNI) di atas US$12.535.

Sedangkan pada 2019 lalu, capaian GNI Indonesia berada pada angka US$4.050. Angka tersebut memang lebih baik ketimbang catatan GNI Indonesia tahun sebelumnya yang cuma US$3.840.

Namun, untuk mencapai target berpenghasilan tinggi, Presiden Jokowi mengakui posisi Indonesia masih jauh. Perlu peningkatan GNI hampir 3 kali lipat. “Untuk itu banyak PR yang harus diselesaikan.”

“Semua itu butuh prasyarat, kita butuh infrastruktur yang efisien, ini sudah mulai kita bangun. Kita butuh cara kerja yang cepat, kompetitif dan berorientasi pada hasil ini untuk terus kita upayakan, dan kita butuh SDM yang unggul, produktif, inovatif dan komeptitif,” tegasnya.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Cerita Orang Desa Jadi Miliader, Bingung Uangnya Mau Buat Usaha Apa, Setelah Tak Jadi Petani

adminJ9

Kehadiran Holding UMi Diharapkan Dapat Menekan Maraknya Rentenir di Masyarakat

adminJ9

Komunikasi Bisnis: Peluang dalam Ketidakpastian Pandemi Covid 19

adminJ9