Jurnal9.com
Headline News

Didi Kempot Meninggal Karena Jantung, Ini Penjelasan Kenapa Terjadi Mendadak?

Didi Kempot melambaikan tangan yang mengisyaratkan perpisahan   (Foto: Dok.)

SOLO, jurnal9.com – Penyanyi campursari kenamaan Didi Kempot meninggal dunia pagi ini. Sebelum dimakamkan di Ngawi, Jawa Timur, jenazah Didi Kempot dibawa ke rumah duka di Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo terlebih dahulu.

Kemudian diberangkatkan dari Solo siang dengan ambulance menuju rumah duka asal mendiang Didi Kempot di Mejasem Kendal, Kab. Ngawi, Jawa Timur. Desa yang terletak di lereng Gunung Lawu ini berjarak 32 kilometer dari kota Kabupaten Ngawi. Sedangkan lokasi pemakaman TPU Mejasem jaraknya sekitar 400 meter dari rumah duka.

Karena situasinya dalam social distancing dan penguncian wilayah di berbagai daerah perjalananan yang dilalui iring-iringan kendaraan jenazah setelah exit tol Ngawi, tampak puluhan aparat keamanan kepolisian dan TNI berjaga-jaga di sepanjang jalan.

Karena dalam kondisi wabah corona ini, Kepolisian Ngawi mengimbau kepada warga atau penggemarnya agar tidak ikut melayat, tapi cukup mendoakan dari rumah saja.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo yang dekat dengan almarhum, menuturkan penyanyi yang melambung lewat lagu Sewu Kutho ini, meninggal karena penyakit jantung.

Rudy menjelaskan, Didi Kempot dibawa ke rumah sakit pada pukul 07.25 pagi tadi. Didi Kempot saat itu sudah dalam kondisi tidak sadar.

“Sampai sini kondisi nggak sadar,” kata Rudy

Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandes pun menambahkan, Didi Kempot mengalami henti jantung saat tiba di IGD.

“Datang ke sini, masuk IGD sudah henti jantung,” kata Divan kepada wartawan.

Petugas medis langsung mengambil tindakan, namun nyawanya tidak terselamatkan.”Sudah dilakukan berbagai pertolongan, tapi tidak dapat tertolong,” ujarnya.

“Jadi di sini hanya sekitar 20 menit, lalu dinyatakan meninggal,” kata dia.

Kakak kandung Didi Kempot, Lilik menuturkan adiknya semalam sempat mengeluh merasa panas badannya. “Semalam sedang mendengarkan lagu. Terus bilang, ini kok panas. Nunggu di hotel dulu. Setelah satu jam, pulang langsung ke dokter,” kata Lilik menceritakan saat-saat terakhir sebelum meninggal.

Baca lagi  Studi: Orang yang Bergolongan Darah O Memiliki Risiko Lebih Kecil Tertular Virus Corona

“Sebelumnya Didi Kempot tidak pernah mengeluh sakit sama sekali,” ujar kakaknya.

Cuma sehari sebelumnya, saat Didi Kempot berada di rumah, sempat minta kerokan ke istrinya, Yan Vellia. Bahkan keesokannya masih ngobrol biasa melalui telepon dengan Walikota Solo yang kenal dekat.

Didi Kempot yang lahir di Solo, 31 Desember 1966, meninggalkan seorang istri, dua anak, yaitu anak pertama sudah kelas 3 SMP dan anak kedua baru duduk naik kelas 5 SD.  Sedangkan almarhum adalah anak dari pelawak terkenal Edi Gudel yang beristri Umiyati Siti Nurjannah. Kakak almarhum, Mamiek Prakoso menurunkan tetesan darah dari sang ayah, menjadi pelawak.

Serangan Jantung

Serangan jantung yang dialami Didi Kempot terjadi mendadak dan datang sangat cepat. Dokter Antonia Anna Lukito, SpJP (K) FIHA FSCAI, FAPSIC yang dikutip Kompas, mengatakan serangan jantung yang terjadi mendadak, biasanya datang sangat cepat dan waktu singkat. Bahkan sebagian kasus kematian akibat serangan jantung yang mendadak ini tidak memiliki gejala apa pun.

“Irama jantung yang terjadi detaknya 150 sampai 200 kali per menit. Padahal normalnya, jantung kita berdetak 60 sampai 80 kali per menit,” jelasnya.

Menurut dokter yang juga aktif di Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI) ini, “Karena detaknya terlalu cepat, jantung tidak bisa memompa dengan efektif.  Saat denyut jantung berdetak cepat sekali, membuat darah yang dikeluarkan tidak banyak.”

“Jantung itu kan harus isi darah, buang, lalu isi, buang lagi. Kalau denyutnya sangat cepat, maka jantung tidak sempat mengisi (darah). Padahal mestinya mengalirkan darah ke seluruh organ tubuh,” ungkap Antonia.

“Kalau sudah tidak sadar dan tidak ditolong dengan cepat, sudah mati batang otaknya,” tegasnya.

RAFIKI ANUGERAHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Kamar Hotel Dimanfaatkan untuk Karantina Pasien Corona

adminJ9

Indonesia Tunda Kunjungan Wisatawan Asing Hingga Akhir 2020

adminJ9

BPS Catat Ekonomi Kuartal IV Anjlok 2,19 Persen, Berarti Indonesia Masih Resesi

adminJ9