Jurnal9.com
Business Headline

Cerita Utang Warisan Belanda, Utang Krisis 98 Sampai Utang Pemerintahan Jokowi

Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA, jurnal9.com – Pemerintahan kolonial Belanda ternyata saat meninggalkan Indonesia setelah Kemerdekaan RI 1945, mewarisi utang yang nilainya, menurut Kementerian Keuangan, mencapai US$1,13 miliar atau sekitar Rp 16,6 triliun (kurs rupiah saat ini Rp 14.700 per dolar AS).

“Warisannya itu US$ 1,13 billion, pada saat GDP Indonesia masih sangat kecil,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pembukaan Ekspo Profesi Keuangan 2020 melalui video conference, Senin (12/10).

Jika melihat catatan sejarah itu, kata Menkeu, Indonesia tidak memiliki harta kekayaan setelah kemerdekaan. Karena aset yang dimiliki telah rusak akibat perang. Investasi yang dibukukan pemerintah Belanda, akhirnya dianggap menjadi investasi Indonesia yang isinya  utang.

Ketika Indonesia merdeka, keturunannya sebagai anak bangsa telah diwarisi tidak hanya ekonomi yang rusak, tetapi juga harus membayar utang warisan pemerintah kolonial Belanda.

“Kita diberikan warisan Belanda tidak hanya perekonomian yang rusak, namun juga utang dari pemerintahan kolonial,” ungkap Sri Mulyani.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara juga mengungkapkan masih ada sisa utang pemerintah pada krisis ekonomi 1997-1988 yang belum dibayar hingga saat ini.

Dia mengungkapkan utang yang jumlahnya mendekati dari total produk domestik bruto (PDB) digunakan untuk memulihkan ekonomi dari guncangan krisis finansial di akhir pemerintahan sebelumnya.

“Utang dari periode 1998 masih ada yang belum kita bayar sampai sekarang. Generasi sekarang masih harus membayar utang 22 tahun yang lalu yang memang dilakukan karena krisis. Semua tercatat di neraca Bank Indonesia,” katanya.

Dia mengatakan generasi senior saat periode 1997-1998 harus mencari utang dalam jumlah besar karena situasi perekonomian, sosial, dan politik Indonesia kala itu sangat tidak stabil.

Baca lagi  Ini Bikin Gaduh, ‘Jokowi Divaksin Perdana, Ribka Tjiptaning: Bisa Saja Bukan Sinovac’

Bahkan, menurut Suahasil Nazara, utang pemerintah pada saat krisis 1997-1998 mendekati 100 persen dari total PDB. Kemudian Wakil Menkeu ini membandingkan beban utang saat krisis 22 tahun lalu dengan utang akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintahan Jokowi per Agustus 2020 sebesar Rp5.594,93 triliun. Berdasarkan buku APBN Kita, angka ini mengalami kenaikan Rp160,07 triliun dari posisi Juli 2020.

Rasio utang pemerintah ini setara dengan angka 34,53 persen dari PDB. Dari total tersebut sekitar 84,82 persen utang berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp4.745,48 triliun dan sekitar 15,18 persen utang berasal dari pinjaman senilai Rp849,45 triliun.

Menurut Wakil Menkeu, ke depan bisa dipastikan jumlah utang Indonesia akan terus meningkat. Tentu saja ini akan menjadi tanggungan generasi muda mendatang. “Anak cucu kita yang akan menanggung utang?.”

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Otopsi Ulang: Brigadir J Diduga Ditembak dari Belakang Tembus ke Hidung

adminJ9

PSBB Diprotes, Pemprov DKI Bantah Tanpa Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

adminJ9

Prediksi: Puan Maharani dan Ganjar Pranowo Bisa Pecah Kongsi Saat Pilpres 2024

adminJ9