Jurnal9.com
Headline News

BPOM-MUI-Kemenag Menjamin Keamanan dan Kehalalan Vaksin Corona dari China

JAKARTA, jurnal9.com – Kementerian Kesehatan menyatakan Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama menjamin keamanan vaksin untuk keselamatan orang yang akan divaksinasi serta kehalalannya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Senin (19/10), mengatakan saat ini tim BPOM-MUI-Kementerian Agama sedang berada di China untuk mengecek cara pembuatan vaksin, sehingga bisa dipastikan kehalalannya.

“BPOM akan melakukan data sharing dengan BPOM-nya China untuk memastikan keamanan vaksin, kebermanfaatannya, untuk mengeluarkan ‘emergency use authorization’ di Indonesia,” katanya.

Dia menyebutkan untuk kebutuhan vaksinasi di dalam negeri, pemerintah Indonesia sudah menjalin komitmen dengan tiga produsen vaksin di China, yaitu Sinovac, Sinofarm, dan Cansino.

Vaksin dari tiga produsen di China tersebut, menurut Achmad Yurianto, telah menyelesaikan uji klinis tahap tiga. Bahkan sudah digunakan untuk vaksinasi tenaga kesehatan hingga militer China dengan sertifikat “emergency use authorization” yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan negara tirai bambu tersebut.

“BPOM RI harus mendapatkan data vaksin mengenai kegunaannya, lalu efek samping, keamanan, keselamatan, sampai proses produksinya. Ini perlu sebagai upaya memastikan keamanan vaksin jika digunakan di Indonesia,” ujarnya.

Achmad Yurianto juga menjelaskan bahwa tim MUI bersama Kementerian Agama akan memastikan kehalalan vaksin untuk digunakan di Indonesia, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.  Meskipun vaksin dari Sinovac China ini sudah dilakukan uji klinis fase tiga di Uni Emirat Arab dan Turki, guna mendapatkan “emergency use authorization” dari negara Timur Tengah.

Sementara vaksin dari Cansino juga sudah dilakukan uji klinis di Kanada dan Arab Saudi.

Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika MUI, Muti Arintawati menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan penelusuran proses pembuatan vaksin dari hulu ke hilir. Yaitu, mulai dari bahan baku yang digunakan, sarana fasilitas produksi yang digunakan, hingga melakukan uji laboratorium kembali untuk memastikan bahwa produk vaksin benar-benar bebas dari proses nonhalal.

Baca lagi  Menkes: Antibodi Terbentuk 2-3 Minggu Setelah Menerima Vaksin Dosis Kedua

“Kami periksa dengan sangat teliti bahan yang digunakan dari hulu hingga hilir, karena menggunakan bahan yang cukup banyak, maka penting dilakukan pemeriksaan langsung ke lokasi,” katanya.

RAFIKI ANUGERAHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Menparekraf Jelaskan Cara Dapatkan Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 triliun

adminJ9

Kasus Covid-19 Belum Turun, Ini Alasan Pemerintah Perpanjang PPKM Level 4

adminJ9

Novel ‘Fall Baby’ Karya Laksmi Pamuntjak Raih Penghargaan di Singapore Book Awards 2020

adminJ9