
JAKARTA, jurnal9.com – Pemerintah Indonesia sudah memesan vaksin Pfizer Inc dari produsen farmasi terbesar di Amerika Serikat (AS), namun karena adanya kasus 23 orang yang meninggal di Norwegia usai disuntik vaksin ini, kini sedang dievaluasi kembali untuk pemesanannya.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa pemerintah sedang mengevaluasi kembali keamanan vaksin Pfizer yang sudah dipesan pemerintah. sebelum dikirim ke Indonesia.
Seperti pernah disampaikan Presiden Jokowi, bahwa pemerintah telah menetapkan tiga syarat dalam penggunaan vaksin covid-19. Ketiga syarat itu yaitu aman, halal dan efektif saat digunakan.
“Tiga syarat itu pasti BPOM dengan case sudah bekerja dan juga mengevaluasi case di negara lain. Karena ini kan baru di satu negara. Dan sudah dinyatakan di negara Norwegia ini divaksinasikan kepada orang manula,” kata Muldoko di Jakarta, Rabu (20/1/2021).
Sedikitnya 23 orang lansia di Norwegia dilaporkan meninggal dunia usai menerima vaksin Pfizer Inc pada pekan lalu. Korban meninggal tidak lama setelah menerima dosis pertama.
Pemerintah, kata Moeldoko, perlu melihat situasi di negara lain yang juga menggunakan Pfizer Inc, termasuk tingkat risikonya. Hasil tersebut kemudian dievaluasi oleh BPOM dan Kementerian Kesehatan.
“Sehingga penentuan ke depan [jadi] pesan Pfizer Inc iya, atau tidak. Dari hasil itu semua, hasil monitor dan evaluasi dari berbagai negara yang menggunakan Pfizer sebagai vaksin yang prioritas. Jadi belum bisa dikatakan sekarang, tapi yang pasti Kemenkes dan BPOM akan mengevaluasi,” tegas Muldoko.
Vaksin Pfizer Inc masuk dalam salah satu jenis yang telah dipesan oleh pemerintah Indonesia. Presiden Joko Widodo telah memastikan penggunaan 5 juta dosis vaksin covid-19. “Jumlah total firm order 329.500.000 [dosis] vaksin,” kata Muldoko seperti yang disampaikan Presiden Jokowi pada Rabu (6/1/2021) lalu.
Dia menjelaskan jumlah dosis vaksin tersebut berasal dari beberapa produsen dengan perincian 3 juta ditambah 122,5 juta dari Sinovac. Kemudian, dari Novavax dipesan 50 juta dosis, dari Covax Gavi 54 juta, AstraZeneca 50 juta dan vaksin dari Pfizer 50 juta dosis.
“Sehingga, total vaksin yang telah dikonfirmasi pemesanannya mencapai 329,5 juta dosis vaksin,” ujarnya.
ARIEF RAHMAN MEDIA
