Jurnal9.com
News

Pengambilan Sampel DNA Keluarga Penumpang Sriwijaya Air Sudah Ada 10 Keluarga

Keluarga dari penumpang Sriwijaya Air saat akan dilakukan pengambilan sampel DNA keluarga inti

JAKARTA, jurnal9.com – Pengambilan sampel DNA keluarga inti penumpang Sriwijaya SJ182 sudah dilakukan, sampai Ahad (10/01) ada 10 keluarga yang  diambil contoh DNA dan mencatatkan data antemortem ke Posko Crisis Center, di Graha Chandra Disti Wiradi, Bandara Supadio Pontianak.

Kepala Sub Direktorat Kedokteran Polisi Biddokkes Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar Polisi drg Joseph Ginting mengatakan pengambilan sampel ini untuk antisipasi pencocokan dengan data penumpang Sriwijaya SJ182.

“Kami ambil contoh DNA dari darah dan cairan hidung. Setelah terkumpul, ‘sample’ DNA ini akan kami kirim ke Puslabfor Mabes Polri,” katanya.

Tim DVI Polda Kalbar khusus menangani contoh DNA dari keluarga inti penumpang yang berdomisili di Kalbar saja. Untuk penumpang yang bukan warga Kalimantan Barat, ditangani oleh Mabes Polri.

Dari jumlah 62 penumpang Sriwijaya SJ182 ini memang sebagian besar berasal Pontianak, Kalimantan Barat.

“Ada 51 personel Polda Kalbar yang bersiaga di posko. Selain itu juga dari tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mengambil contoh DNA dari keluarga inti,” kata Ajun Komisaris Besar Polisi Yani Permana di Pontianak.

Pengambilan sampel ini dimungkinkan memakan waktu lebih dari dua hari, mengingat ada keluarga penumpang dari luar Kota Pontianak.

Sementara itu Presiden Joko Widodo telah memerintahkan semua jajaran terkait untuk memastikan pencarian titik lokasi hilang kontak pesawat tersebut.

Panglima Komando Armada 1 Laksamana Muda Abdul Rasyid Kacong mengatakan telah menemukan titik koordinat pesawat. “Titik koordinat sudah ditemukan dan sudah kita sudah kasih ke seluruh unsur KRI yang ada di sekitar laut,” katanya kepada wartawan di JICT 2, Jakarta Utara.

Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkan pesawat itu membawa 62 orang penumpang dan awak pesawat. Detilnya, 50 orang penumpang termasuk tujuh orang anak-anak dan tiga orang bayi serta 12 orang awak pesawat.

Baca lagi  Meski Dapat Ancaman, Mahasiswa Tak Gentar Tetap Gelar Demo Besar-Besaran

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito mengatakan, pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak ini tidak memancarkan sinyal emergency location transmitter (ELT) saat hilang kontak.

ELT adalah perangkat penentu lokasi pesawat yang merupakan bagian dari standar peralatan pada pesawat. ELT dapat dinyalakan langsung oleh pilot atau bisa hidup apabila pesawat menghantam sesuatu.

“Mestinya ada pancaran emergency location transmitter atau ELT, itu tidak ada,” kata Bagus.

Ia menjelaskan Basarnas sudah berkoordinasi dengan Australia seputar ELT yang seharusnya dipancarkan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

“Australia juga tidak menangkap [sinyal ELT]. Jadi, kita hanya mendapatkan informasi dari AirNav dan radarnya Basarnas sendiri pada menit berapa dia [pesawat] hilang dari radar,” kata Bagus.

Kondisi pesawat

Pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Sriwijaya Air tersebut pertama kali terbang pada 1994 dan dikatakan dalam kondisi layak.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, mengatakan meski pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ini sudah berusia 26 tahun, tapi jika dirawat dengan baik, pesawat tersebut mestinya tidak bermasalah.

Dirut Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena, dalam jumpa pers pada Sabtu (9/1/2021) menyatakan pesawat dalam kondisi baik.

“Kalau kondisi pesawat dalam keadaan sehat, sebelumnya pulang pergi ke Pontianak dan harusnya tidak ada masalah. Semuanya lancar,” kata Jefferson di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Ia mengatakan keterlambatan keberangkatan yang dialami Sriwijaya Air SJ182 selama 30 menit bukan karena kendala mesin. “Delay (penundaan berangkat) akibat hujan deras,” kata Jefferson.

RAFIKI ANUGERAHA M

Related posts

KemenkopUKM Kerjasama dengan ITB Dukung Program Pemberdayaan KUMKM

adminJ9

Di Dalam Penjara Nikita Mirzani Mulai Jalani Shalat

adminJ9

Beredar Skema Bisnis Judi Online 303 Di Bawah Komando Sambo, Benarkah Libatkan Pejabat Polri?

adminJ9

Leave a Comment