
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa
JAKARTA, jurnal9.com – Kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan tanda-tanda mulai pulih. Ini bisa dilihat dari jumlah uang inti yang beredar di sistem perekonomian Indonesia yang tumbuh cepat di kisaran 15 persen.
“Kalau kita lihat base money itu tumbuhnya sudah 15 persen. Padahal sebelumnya negatif. Januari-Februari tumbuh 5 persen. Kalau pertumbuhannya segitu, menunjukkan ekonomi (mulai) berjalan baik,” ungkap Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, dalam acara Invesment Forum 2025 di Jakarta, Jumat (16/5/2025).
Pertumbuhan peredaran uang yang memasok likuiditas di sistem perekonomian ini, lanjut dia, dipicu oleh mulai jalannya berbagai program pemerintah. Seperti kondisi perbankan di Indonesia sangat baik.
“Februari-Maret program pemerintah jalan, uang masuk sistem, likuiditas sistem, itu sudah lebih baik dibanding akhir tahun,” lanjut dia.
Selain base money yang tumbuh, kata Purbaya, sebetulnya Bank Indonesia juga mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) yang menggambarkan likuiditas perekonomian pada Maret 2025, tumbuh 6,2% secara year on year (yoy) menjadi Rp 9.436,4 triliun.
“Pertumbuhan ini didorong perkembangan uang beredar sempit (M1) sebesar 7,1% (yoy) dan uang kuasi sebesar 3,0% (yoy),” ia menjelaskan.
Purbaya juga menilai kondisi perbankan di Indonesia sangat baik.
“Ini tercermin dari tabungan masyarakat yang naik signifikan, meski pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) cukup melambat,” ujarnya.
“Masyarakat yang menabung makin kencang, yaitu hampir 7 persen. Ini menunjukkan kondisi keuangan sangat baik. Orang yang punya tabungan bisa tidur dengan tenang karena uangnya tidak dipakai untuk menyelamatkan bank,” kata Purbaya menambahkan.
Ketua Dewan Komisioner LPS itu yakin kalau ekonomi Indonesia akan tetap membaik, bahkan IHSG diprediksi akan naik sampai 6 kali lipat pada tahun 2025 ini.
“Agustus tahun ini aktivitas ekonomi kita akan jauh lebih baik lagi. Dan IHSG bisa head kali. Kalau kemarin terendah 6000-an, mungkin bisa kali 6,” tegas dia.
ARIEF RAHMAN MEDIA
