Jurnal9.com
News

3 Pemda Tidak Ingin Perpanjang PSBB Surabaya Raya

Ini suasana di pusat perbelanjaan, Siola Tunjungan kota Surabaya selama pemberlakuan PSBB, tak ada kegiatan bisnis, dan jalanan kota ditutup total. 

SURABAYA, jurnal9.com –  Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya Raya, meliputi kota Surabaya, Kab. Sidoarjo dan Kab. Gresik dalam menekan penyebaran virus corona tahap 3 akan berakhir hari ini Senin (8/6).

Namun keputusan apakah PSBB di Surabaya Raya ini akan diperpanjang?

Koordinator PSBB Jawa Timur, Heru Tjahjono mengatakan keputusan diperpanjang atau tidaknya dievaluasi dalam rapat yang berlangsung sejak Ahad kemarin hingga hari Senin (8/6) ini.

“Dari rapat itu kita akan tahu apa yang diinginkan pemerintah kabupaten Sidoarjo dan Gresik, serta kota Surabaya. Tentunya mempertimbangkan hal-hal yang yang sifatnya epidemiologi maupun sosiologi yang disampaikan dalam rapat,” ujarnya.

Namun Heru Tjahjono yang menjabat Sekda Jawa Timur itu mengakui bahwa keputusan berlanjut atau tidaknya PSBB di Surabaya Raya ini tetap ada di masing-masing daerah tersebut. “Hasil keputusan itu akan disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa,” tegasnya.

Penyebaran virus corona di kota Surabaya, Kab. Sidoarjo dan Kab. Gresik sampai sekarang masih tinggi.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sendiri mengusulkan PSBB di Surabaya tak ingin diperpanjang lagi. “Saya ingin mengusulkan kepada Gebernur Jawa Timur agar PSBB di Surabaya tak diperpanjang. Mudah-mudahan usulan saya diterima,” cetusnya.

Menurut Wali Kota Surabaya ini, jika PSBB di kota Surabaya diperpanjang lagi, kasihan warga kota Surabaya yang sudah hampir 4 minggu kegiatan ekonominya terhenti. “Kasihan kalau sampai warga Surabaya ini terlalu lama tak bekerja, atau banyak yang dirumahkan atau sebagian ada yang di–PHK selama PSBB di kota Surabaya selama masa pandemi corona. Kalau PSBB diperpanjang lagi bagaimana nasib ekonomi keluarganya, kasihan mereka kan harus membiayai hidupnya,” tuturnya.

Alasan Risma tes swab PCR yang dilakukan Pemkot Surabaya  beberapa hari terakhir ini dinilai berhasil meningkatkan pasien sembuh dari covid-19. “Memang penyebaran virus corona di kota Surabaya masih tinggi. Namun upaya kami dalam melakukan tes swab, pasien yang positif covid-19 belakangan ini ada kemajuan dalam meningkatkan tingkat kesembuhan pasien,” jelasnya.

“Karena itu kita terus-menerus lakukan tes swab dua tahap, supaya jadwal itu terpenuhi, sehingga kita bisa pantau untuk proses kesembuhannya,” kata Risma.

Baca lagi  Studi: Sepertiga Pasien Covid-19 di AS Mengalami Perubahan Mental

“Keputusan tidak berlanjutnya atau berlanjutnya PSBB akan disampaikan (nanti), yang dimediatori oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jatim,” kata Heru, Senin (8/6).

Koordinator PSBB Jawa Timur, Heru Tjahjono menegaskan tiga pemerintah kota Surabaya, Kab. Sidoarjo, dan Kab. Gresik  nampaknya sepakat tidak ingin memperpanjang pelaksanaan PSBB dalam rapat evaluasi yang digelar sejak Ahad (7/6) malam.

Apabila tiga daerah tersebut tak ingin memperpanjang PSBB lagi, menurut dia, masing-masing daerah, kota Surabaya, Kab. Sidoarjo, Kab. Gresik wajib menjalankan masa transisi terlebih dahulu, dengan menyesuaikan protokol kesehatan menuju new normal.

“Seperti yang disampaikan oleh dr Windhu tadi, salah satu adalah bisa mengontrol perkembangan Covid-19, hingga 50 atau 30 persen serta kesiapan fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, kata Heru, ketiga kepala daerah itu harus membawa peraturan wali kota atau peraturan bupati sebagai dasar hukum langkah yang akan dilakukan selanjutnya.

Sebelumnya,  tiga daerah Surabaya, Kab. Sidoarjo, dan Kab. Gresik sepakat mengajukan untuk tidak memperpanjang PSBB dalam rapat evaluasi PSBB Surabaya Raya  di Gedung Negara Grahadi yang berlangsung dari Ahad malam hingga Senin dini hari.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto setelah memaparkan evaluasi penerapan PSBB tahap I hingga III di wilayahnya mengemukakan usul untuk mengakhiri pelaksanaan kebijakan tersebut dan memulai masa transisi menuju fase new normal.

“Kami juga komitmen untuk meningkatkan protokol kesehatan. Meski tidak ada PSBB, tapi tetap ada aturan yang akan kami terapkan demi memutus mata rantai Covid-19,” kata Sambari.

Pelaksana Tugas Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin juga mengusulkan penghentian pelaksanaan kebijakan tersebut setelah memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan PSBB di wilayahnya.

“Kami memiliki rekomendasi kebijakan pasca-PSBB tahap III di wilayah Kabupaten Sidoarjo, yaitu usulan pencabutan PSBB, kemudian menerapkan masa transisi new normal (normal baru),” katanya.

Hingga hari ini, tiga daerah itu masih memiliki kasus positif virus corona. Bahkan terjadi lonjakan kasus positif di wilayah Kota Surabaya dibandingkan dua wilayah tersebut.

Sampai kemarin, jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Surabaya mencapai 3.124 kasus. Sementara Kabupaten Gresik sebanyak 214 kasus, dan Kabupaten Sidoarjo sebanyak 755 kasus.

RAFIKI ANUGERAHA M

 

Related posts

Biaya Perjalanan Umrah Kini Bebas PPN 1%

adminJ9

Kondisi Covid-19 DKI Jakarta Mengkhawatirkan, Mulai 14 September Kembali PSBB

adminJ9

Bupati Bangkalan: Penyekatan di Suramadu, Bukan Diskriminasi kepada Warga Madura

adminJ9