Jurnal9.com
Headline News

Presiden Jokowi: NU Menjadi Teladan dalam Islam yang Moderat

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

SIDOARJO, jurnal9.com – Dari pukul 00,10 Selasa (7/2/2023) tengah malam, jalan-jalan kota menuju Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, sudah dipenuhi ribuan nahdliyin. Mereka banyak yang berjalan kaki, hendak masuk ke dalam stadion. Tapi jelang pagi, dalam stadion sudah penuh, akhirnya banyak yang tumpah-ruah berada di luar stadion.

Nahdliyin hanya bisa menonton gelaran acara akbar Harlah 1 Abad NU (Nahdlatul Ulama) dari layar LED yang dipasang di luar stadion. Mereka duduk di bawah beralaskan tikar yang dibawa masing-masing jemaah. Ada juga mereka yang kelelahan, sampai ngantuk tidur di pinggir-pinggir jalan. Meski begitu mereka yang duduk di luar stadion tampak semangat mengikuti gelaran acara ini dari semalam.

Seperti disampaikan pihak panitia, nahdliyin yang akan hadir pada acara Harlah 1 Abad NU ini diperkirakan ada satu juta enam ratus ribu dari berbagai pelosok tanah air. Pada saat Shalat Subuh tadi, banyak jemaah yang kesulitan untuk mendapatkan air untuk buang air kecil maupun berwudhu. Di berbagai tempat shalat terlihat antrean sangat panjang untuk mengambil air wudhu.

Apalagi saat Presiden Jokowi naik panggung pukul 08.45 untuk menyampaikan pidatonya, suasana tampak terdengar semangat menjawab salam dari presiden.

Dalam amanatnya Presiden Jokowi mengatakan NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, NU layak berkontribusi untuk masyarakat dunia.

“NU harus terdepan dalam membaca gerak zaman. Dan beradaptasi dengan perubahan teknologi. Untuk memperkokoh keislaman dan keindonesiaan,” kata Presiden Jokowi.

“Semoga momentum abad ke dua NU ini, jadi penanda kebangkitan baru NU, memperkokoh keislaman dan keindonesiaan,” tegasnya lagi.

Sebab NU, lanjut presiden, telah memberikan pengaruh positif untuk ke-Indonesiaan, keislaman, kerukunan beragama, serta keberagaman. “Atas nama rakyat Indonesia, saya mengucapkan bersyukur atas peran NU pada bangsa dan negara,” ujar Jokowi.

Baca lagi  Ini Pasal-Pasal Karet UU ITE yang Menimbulkan Multitafsir dan Perlu Direvisi

Presiden menegaskan NU diharapkan terus menjadi teladan dalam keberislaman yang moderat, dan memberikan contoh hidup beradab Islam yang baik. Selain itu mendorong akhlakul kharimah dan adat ketimuran, sesuai tata karma, etika serta adab yang baik.

“Bisa menjaga toleransi, menjaga persatuan, menjaga kegotongroyongan, serta terus mengikuti perkembangan zaman,” tuturnya.

Presiden Jokowi juga menghargai upaya NU ikut membangun peradaban dunia yang lebih baik dan lebih mulia. “Sebagai organisasi Islam yang mengakar kuat di masyarakat, NU telah menjaga ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan,” ungkapnya. .

Sementara itu Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Rahmat Hidayat Pulungan mengatakan memilih gelaran akbar 1 Abad NU di Sidoarjo ini karena nilai historisnya. “Sidoarjo ini merupakan tempat belajarnya Kiyai Hasyim Asy’ari. Dan beliau sebagai pendiri Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

“Kenapa digelar di Sidoarjo, karena kita ingin meraih berkah dari para pendiri NU dan guru-guru beliau yang pernah belajar di kota Sidoarjo ini,” tegas Rahmat.

“Dulu, Kiai Hasyim Asy’ari dan Syaikh Kiai Kholil Bangkalan Madura, pernah belajar di Sidoarjo. Keduanya pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Siwalan Panji,” seperti diceritakan Wasekjen PBNU ini.

Dalam acara 1 Abad NU ini juga dimeriahkan sejumlah penyanyi raja dangdut Rhoma Irama, Maher Zain, dan musik rock Slank, serta beberapa artis lainnya. Acara ini akan berakhir sampai pukul 23.59 WIB nanti malam.

GEMAYUDHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Ini Biaya Haji Terbaru yang Disepakati Pemerintah dan DPR

adminJ9

Tes PCR-Antigen Naik Pesawat-KA Dihapus, Epidemiolog: Ingatkan Potensi Menular

adminJ9

Januari 2021 Semua Sekolah Mulai Diperbolehkan Belajar Tatap Muka

adminJ9