Deputi bidang Pengembangan SDM KemenKopUKM, Arif Rahman Hakim
JAKARTA, jurnal9.com – Deputi Bidang Pengembangan SDM KemenKopUKM, Arif Rahman Hakim menyatakan pada 2021 Kemenkop akan memprioritaskan program pengembangan wirausaha muda milenial, sebagai upaya meningkatkan rasio kewirausahaan nasional hingga 3,9 persen sampai 2024.
Hal itu disampaikan Arif Rahman Hakim dalam Webinar ‘Outlook 2021 Transformasi Koperasi dan UKM’ di Jakarta pada Selasa (29/12).
Ia mengatakan adanya penambahan 1,5 juta wirausaha harus dapat menciptakan lapangan kerja baru, serta dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sehingga, dibutuhkan wirausaha yang berkualitas serta produktif bagi kaum muda yang cenderung memiliki potensi itu.
“Oleh kareni itu, upaya rasional yang harus dilakukan kedepan adalah dengan memprioritaskan penguatan dan pengembangan kewirausahaan pada kalangan milenial atau kaum muda,” kata Deputi Bidang Pengembangan SDM ini.
Arif menambahkan potensi demografi Indonesia sangat besar untuk penguatan dan pengembangan wirausaha muda produktif dan berkualitas. Perguruan tinggi misalnya, memiliki SDM yang berkualitas dalam jumlah besar, sehingga layak menjadi sumber penguatan dan pengembangan wirausaha produktif dari kalangan anak muda.
“Pada tahun 2019 terdapat 4.621 lembaga Pendidikan Tinggi di Seluruh Indonesia dengan total mahasiswa terdaftar sebanyak 8.314.120 orang,” katanya.
KemenKopUKM melalui sinergi dengan Dunia Usaha dan Industri akan menyediakan expert bisnis untuk layanan konsultasi bisnis dan pendampingan di lingkungan perguruan tinggi. Ini sebagai upaya menjaring minat dan bakat wirausaha untuk sarana edukasi dan sosialiasi wirausaha di kalangan mahasiswa.
Kemudian KemenKopUKM, lanjut Arif, akan menggandeng HIMBARA dan Jaringan Angel Investor untuk menyediakan akses pembiayaan bagi mahasiswa calon wirausaha.
“Kami akan bersinergi dengan Kemenristek/BRIN untuk memfasilitasi pengembangan inovasi dan teknologi usaha, guna peningkatan nilai tambah dan penciptaan wirausaha berbasis peluang,” tuturnya.
Pada 2021, kata Deputi Bidang Pengembangan SDM ini, pihaknya akan mengembangkan tiga program prioritas, yakni penyediaan layanan konsultasi bisnis dan pendampingan di 37 Perguruan Tinggi Wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Ambon, Maluku, dan Papua.
Pengembangan inovasi dan inkubasi wirausaha pada Lembaga Inkubator di 37 PT Wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Ambon, Maluku, dan Papua.
Selanjutnya memberikan akses pembiayaan wirausaha untuk 37 Lembaga Inkubator Perguruan Tinggi (PT) Wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Ambon, Maluku, dan Papua yang seluruhnya dapat terhubung dengan akses pembiayaan wirausaha Himbara dan Jaringan Angel Investor. Di samping sebanyak 1500 wirausaha pemula bisa mendapatkan bantuan permodalan.
Arif mengatakan total potensi demografi untuk penguatan dan pengembangan wirausaha muda produktif dan berkualitas melalui 37 Perguruan Tinggi mencapai 1.114.153 mahasiswa (berdasarkan pemetaan melalui data statistik Pendidikan Tinggi tahun 2019).
ARIEF RAHMAN MEDIA