Jurnal9.com
Headline News

Pariwisata di Bali Terapkan QRIS untuk Dukung Kehidupan New Normal

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio.  

Penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di sektor pariwisata Bali menjadi solusi untuk mendorong langkah awal kebangkitan pariwisata nasional sesuai tatanan kehidupan new normal.

JAKARTA, jurnal9.com –  Bali mendeklarasikan Program Kepariwisataan dalam tatanan kehidupan new normal dengan menerapkan digitalisasi pariwisata berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Peninsula Nusa Dua, Bali, akhir pekan ini.

Penerapan QRIS ini menjadi solusi untuk mendorong sektor pariwisata dalam mendukung tatanan kehidupan era baru, karena dalam pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik ini tidak akan ada kontak fisik dalam interaksi atau cashless.

Setiap wisatawan dapat bertransaksi dengan mudah dan aman cukup dengan menggunakan ponsel. Penerapan QRIS di sektor pariwisata diyakini akan menjadi langkah awal kebangkitan pariwisata Bali menuju tatanan kehidupan new normal.

“Dengan penerapan QRIS akan mempermudah sistem transaksi bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tidak ribet, lebih cepat, dan kekinian,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio dalam keterangan pers yang dikutip dari Antara, Sabtu (1/8/).

Penerapan QRIS menjadi salah satu cara menerapkan protokol kesehatan, sekaligus melaksanakan upaya pemulihan pariwisata di Bali. Sebagai bentuk citra positif yang tidak hanya diperhatikan masyarakat Indonesia, tapi juga diperhatikan masyarakat dunia.

Karena itu, lanjutnya, keberhasilan Bali dalam menjalankan hal ini akan memberi dampak pada bangkitnya pariwisata nasional. Saat ini, pemerintah juga tengah memperjuangkan untuk memberikan stimulus pariwisata dalam bentuk insentif tiket pesawat.

Pengunjung sedang melakukan transaksi pembayaran digital dengan menggunakan QRIS di Pantai Pandawa Badung, Bali.  (foto: Antara)

Baca lagi  Ini Skema untuk Kredit Modal Kerja yang Dijamin Pemerintah

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menjelaskan Penerapan kanal pembayaran QRIS di sektor pariwisata merupakan implementasi QRIS yang sudah diterapkan pada awal Januari 2020, seiring dengan program kepariwisataan dalam tatanan kehidupan Bali di era baru digitalisasi pariwisata berbasis QRIS.

“QRIS Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang dapat diaplikasikan di semua sektor khususnya sektor pariwisata yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah, dan aman. Dan bisa diterapkan di semua sektor mulai dari retail, tiketing, pajak, atau untuk memenuhi kebutuhan wisatawan asing,” ujarnya.

Jumlah merchant yang sudah menggunakan QRIS di Bali per 24 Juli 2020 sudah mencapai 114.446 merchant, meningkat 337 persen dibandingkan pada awal 2020. Dari angka tersebut sebanyak 57 persen pengguna QRIS berasal dari usaha mikro, 20 persen usaha kecil, 17 persen usaha menengah, dan 6 persen usaha berskala besar.

Deklarasi dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana, Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara, Kapolda Bali Irjen. Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho.

ARIEF RAHMAN MEDIA

 

Related posts

Kembangkan Destinasi Wisata Alam Petungkriyono melalui Koperasi dan Medsos

adminJ9

Bamsoet Berharap UMKM Selamatkan Indonesia dari Resesi Ekonomi

adminJ9

Catat! Mulai 26 Oktober 2021, Beli Tiket Kereta Api Wajib Gunakan NIK

adminJ9