Jurnal9.com
Business

MenkopUKM: Dorong Koperasi Peternak Sapi Miliki Industri Pengolahan Susu

GARUT, jurnal9.com – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki Koperasi saat berdialog dengan para peternak sapi Kelompok Peternak Karya Muda Mandiri, di Kampung Cihareuday, Cilawu, Kabupaten Garut, Sabtu (19/12) menceritakan keberhasilan peternakan sapi Fonterra di Selandia Baru.

“Peternakan sapi terbesar  bernama Fonterra di Selandia Baru, memiliki sekitar 15 juta ekor sapi. Peternak di sana hanya fokus mengurus sapi dan menjaga produksi susu. Sedangkan yang mengurus pengolahan produk dan pemasarannya adalah tugas koperasi,” tuturnya.

MenkopUKM mencontohkan hal itu untuk mendorong agar peternak di Kampung Cihareuday, Cilawu, Kab. Garut tersebut bergabung dalam wadah koperasi. Selain para peternak itu bisa masuk ke dalam skala ekonomi, usaha mereka juga bisa menjadi formal dan bankable.

“Idealnya, koperasi yang membangun industri pengolahan susu menjadi produk lain, seperti keju, yoghurt, mentega, dan sebagainya,” ungkap Teten.

Dia berharap koperasi harus memiliki unit pengolahan. Karena tidak semua produk susu terserap pasar semuanya.

“Produk susu hasil peternak dibeli koperasi. Nah, koperasinya akan kita perkuat permodalannya melalui LPDB-KUMKM,” tegas Teten.

Seorang peternak, kata Menkop, bisa menjadi anggota lebih dari satu koperasi. Misalnya menjadi anggota KSP, koperasi pengolahan susu, dan koperasi pemasaran. Sehingga pada akhir tahun, mereka akan mendapatkan keuntungan lain, tidak hanya dari susu saja, melainkan dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU).

“Peternak sapi bisa mendapat keuntungan dari seluruh proses bisnis dari produk susu miliknya. Ini yang dinamakan peternak sapi masuk ke dalam Sirkuit Ekonomi. Bisnis model seperti ini yang akan terus kita benahi,” cetus dia.

“Jadi, jangan hanya industri dan pedagang saja yang mendapat keuntungan lebih, tapi peternak sapi juga bisa mendapat keuntungan,” tutur Teten.

Baca lagi  Pelaku UMK Ikut Program Literasi Melek Hak Merek dan Hukum Perjanjian/Kontrak

Menkop menyebutkan dirinya mendapat tugas khusus untuk memperkuat koperasi pangan, yang di dalamnya termasuk sektor pertanian dan peternakan. “Kita masih impor susu dan daging sapi. Sementara produksi susu kita baru 20%,” ungkapnya.

Melihat potensi pasar yang masih besar tersebut, Teten mendorong peternakan sapi bisa masuk skala ekonomi dengan berkoperasi. “Kita masih perlu meningkatkan suplai daging sapi dan susu,” ujarnya.

Terkait limbah sapi, Teten berharap agar dikelola dengan baik melalui koperasi. Kotoran sapi bisa diolah, dikemas, kemudian dipasarkan sebagai produk pupuk.

“Peternak dapat juga keuntungan dari hasil limbah kotoran sapi. Untuk itu, kita akan terus memberikan pendampingan, termasuk mencarikan pasarnya,” kata MenkopUKM.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Kemitraan Usaha Besar dan Koperasi Nelayan Bisa Serap Pasar Ikan Hasil Tangkapan

adminJ9

Siantar Top (STTP) pada Kuartal III/2024 Mencatat Laba Bersih Sebesar Rp 1,02 Triliun

adminJ9

Ekonom Indef Soroti Utang Indonesia yang Membengkak dan Ancaman Resesi 2023

adminJ9

Leave a Comment