Jurnal9.com
News

Menag: Masjid Pilar Utama NKRI, Punya Peran Sosial

JAKARTA, jurnal9.com – Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan sejarah bangsa ini tidak bisa dilepaskan dari keberadaan masjid dan rumah ibadah.

Masjid bukan sebatas tempat ritual keagamaan, namun juga tempat untuk menyatukan tekad perjuangan kemerdekaan, merumuskan kebijakan bahkan peran-peran lainnya seperti bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya.

“Masjid-masjid di gugusan nusantara adalah pilar utama NKRI yang telah membuktikan perannya hingga saat ini,” kata Menag dalam Webinar Nasional dengan Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI), Minggu (30/08).

Dalam webinar dengan moderator Ketua Umum AMKI Hermawan Kresno Dipojono, Menag menegaskan Kementerian Agama memiliki concern yang sangat besar terhadap peran masjid di Indonesia.

Pemberdayaan masjid, adalah isu penting yang setiap tahun terus mendapat perhatian lebih. Pemerintah bahkan telah menjadikan masjid sebagai isu strategis bersama isu lainnya, seperti layanan haji, sertifikasi halal, pesantren, madrasah dan bimbingan pra nikah.

“Kini Kementerian Agama telah melahirkan banyak kebijakan terkait pemberdayaan masjid. Ini adalah momentum kita bersama. Bahwa masjid masa kini adalah media pemantapan spiritual dan sosial-kebangsaan yang beriringan. Masjid tidak lagi dapat dipisahkan dari peran sosialnya. Masjid kini harus berada di garis terdepan dalam pembangunan bangsa,” tandas Menag.

Pembicara dalam webinar diikuti marbot masjid kampus se Indonesia, para tokoh agama dan pimpinan ormas, yakni Ketua Umum ICMI periode 2015-2020 Prof.Jimly Asshiddiqie, seperti dilaporkan Humas Kemendag.

Webinar Nasional AMKI 2020 mengusung tema “Peran Masjid Kampus Dalam Mengembangkan Sumber Daya Insani Berwawasan Iptek, Imtak dan Kebangsaan”.

Menag dalam kesempatan ini memberikan pesan khusus kepada masjid kampus. “Sebagai bagian dari masyarakat akademis yang ditempa berbagai khazanah pemikiran dan keilmuan, maka masjid-masjid kampus sudah saatnya tidak sekedar mengisi daftar masjid dalam database pemerintah. Namun harus menjadi pembeda dalam arus perubahan menerapkan integrasi ketakwaan dan iptek sebagai identitasnya,” kata Menag.

Baca lagi  MenkopUKM Dorong Bali Maksimalkan Kakao Sebagai Komoditas Unggulan

“Peran masjid kampus dalam mengembangkan sumber daya insani berwawasan Iptek, Imtak dan kebangsaan adalah isu yang harus segera kita sebarluaskan. Lahirkan lebih banyak lagi ide-ide perubahan dari pojok-pojok masjid, sebagaimana dahulu para ilmuwan muslim, seperti Ibnu Rusydi, Ibnu Sina, Al-Farabi dan lainnya lahir dan mewarnai dunia dengan berbagai penemuan ilmiahnya,” tutup Menag.

MULIA GINTING

 

Related posts

Pemerintah Harus Percepat Bansos karena Banyak Warga Kehilangan Pekerjaan

adminJ9

Israel Larang Warga Palestina ke Masjid, Protes yang Mengakibatkan Bentrok di Aqsa

adminJ9

Menlu AS Mike Pompeo di Hadapan GP Ansor Singgung Isu Muslim Xinjiang

adminJ9