Jurnal9.com
News

Kenaikan Dana BOS Rp100 ribu per Siswa Madrasah Segera Cair

JAKARTA, jurnal9.com – Kenaikan dana BOS Rp100 ribu per siswa madrasah tahun 2020 akan segera cair. Kenaikan yang sempat tertunda karena refocussing untuk penanganan covid-19 telah dijadwalkan cair dalam dua pekan ke depan.

“Semoga dua pekan ke depan sudah bisa dicairkan,” tegas Dirjen Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani di Jakarta, Sabtu (7/11).

“Senin depan dilakukan finalisasi penetapan data alokasi,” tambahnya.

Menurut pria yang akrab disapa Dhani ini, kenaikan dana BOS sudah direncanakan sejak 2019 lalu sebesar Rp100ribu setiap siswa. “Basisnya adalah data siswa yang tercatat di EMIS,” ungkapnya.

Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati ini mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan pembenahan dalam pengelolaan dana BOS. Salah satunya dengan menerapkan Sistem e-RKAM (Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah berbasis Elektronik) pada 2021.

Penerapan e-RKAM ini menjadi bagian dari implementasi Proyek Reformasi Kualitas Pendidikan Madrasah atau Realizing Education’s Promise – Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) yang akan berlangsung selama lima tahun, yaitu 2020 hingga 2024.

Menurut Dhani, Kementerian Agama mengalokasikan hampir Rp10 triliun untuk dana BOS madrasah setiap tahun. Ini bukan angka yang kecil. Anggaran tersebut merupakan investasi pendidikan yang diharapkan dapat mewujudkan generasi masa depan terbaik. Karena itu kualitas belanja dari anggaran tersebut harus dijaga agar mendukung kegiatan peningkatan mutu pembelajaran.

“Platform yang disebut e-RKAM atau Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah Berbasis Elektronik yang dikembangkan oleh Kementerian Agama ini, hadir untuk menjawab tantangan dan kebutuhan di atas. Platform e-RKAM ini merupakan sebuah terobosan penting untuk mendorong tata kelola pendidikan yang efektif dan efisien,” jelas dia.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar mengungkapkan, terobosan lain yang akan dilakukan Kemenag adalah mengubah skema penyaluran dana BOS bagi madrasah swasta. Mulai tahun depan, skema penyaluran BOS madrasah swasta akan dilakukan secara terpusat, tidak lagi melalui Kanwil Kemenag Provinsi atau Kankemenag Kab/Kota.

Baca lagi  Terawan Belum Sertijab, Tak Rela Melepas Jabatan Menteri Kesehatan ke BGS?

“Mulai tahun 2021, kita akan ubah skema. Penyaluran BOS madrasah swasta akan dilakukan secara terpusat. Untuk BOP Raudlatul Athfal dan BOS madrasah negeri, tetap melalui satuan kerja masing-masing,” tegas Umar.

Menurutnya, alasan perubahan skema ini salah satunya agar proses realokasi anggaran BOS madrasah swasta lintas Kankemenag bahkan Kanwil bisa lebih fleksibel. Sebab, anggaran BOS madrasah swasta disusun berdasarkan data perencanaan tahun sebelumnya. Data tersebut belum mencakup peserta didik baru yang diterima madrasah pada tahun berjalan.

“Akibatnya, kadang ada daerah yang alokasi anggaran BOS bagi siswa baru madrasah swasta lebih banyak dari jumlah siswa baru yang diterima, sehingga alokasi anggarannya berlebih atau surplus,” tutur Umar.

Sementara, di daerah lain siswa baru yang diterima jauh lebih banyak dari alokasi anggaran BOS yang tersedia, sehingga terjadi kekurangan. Kondisi ini akan lebih mudah proses realokasinya jika dilakukan secara terpusat,” lanjutnya.

“Sebagai bagian dari program REP-MEQR, Pak Dirjen juga sudah mencanangkan pengembangan EMIS, sehingga tahun depan diharapkan datanya sudah real time,” ucap dia.

RAFIKI ANUGERAHA M

Related posts

Kenapa Banyak Perempuan di Indonesia, Memilih Tidak Mau Punya Anak?

adminJ9

BPOM Ancam Sanksi Pidana Produsen Ivermectin yang Langgar Aturan CPOB dan CDOB

adminJ9

Mobil Rombongan KSAD Terguling, 1 Meninggal Dunia dan 3 Luka-Luka

adminJ9

Leave a Comment