Jurnal9.com
Headline News

China Membuka Kembali Semua Wilayahnya, Setelah 3 Bulan Lockdown

Tembok China, salah satu destinasi tempat wisata yang mulai banyak dipesan para wisatawan, setelah selama tiga bulan Pemerintah Beijing melakukan lockdown semua wilayahnya.  (Foto: AFP)

BEIJING, jurnal9.com – Setelah tiga bulan semua wilayah kota China ditutup sejak 25 Januari lalu, karena dilakukan lockdown akibat pandemi virus corona, maka mulai Jumat (1/5) kantor pemerintahan, swasta, pusat kegiatan bisnis, dan tempat wisata dibuka kembali.

Ini menandakan bahwa negara Tirai Bambu itu telah berhasil mengendalikan serangan virus dan sekaligus menghentikan penyebaran virus baru covid-19.

Istana kekaisaran di jantung kota Beijing, yang lokasinya sangat luas di seberang Lapangan Tiananmen, yang juga dekat dengan Museum Istana telah mengumumkan 1 Mei akan dibuka kembali. Tempat komplek istana ini merupakan daerah destinasi yang setiap harinya dikunjungi lebih dari 80 ribu wisatawan dari mancanegara.

Meski semua tempat perkantoran, pusat perbelanjaan dan tempat wisata dibuka kembali, namun pihak berwenang mewajibkan semua warga China harus mengenakan masker, dan menunjukkan kode kesehatan pada aplikasi ponselnya. “Apakah mereka masih berisiko terinfeksi virus atau tidak,” kata seorang pejabat pemerintah kota Beijing.

“Suhu badan pengunjung juga akan diperiksa di pintu masuk, dan siapa pun yang batuk atau menunjukkan demam akan ditolak masuk,” lanjut penjelasan dari pejabat pemerintah tersebut.

“Setiap melakukan kontak dengan siapa pun, mereka harus menjaga jarak,” tegasnya.

Seperti dikutip dari AFP, menyebutkan bahwa sejak pemerintah Beijing mengumumkan akan dibukanya kembali semua kegiatan di kantor pemerintahan dan tempat wisata, hanya berselang setengah jam dari pengumuman tersebut, ada lebih dari 2.500 tiket untuk kunjungan ke tempat wisata telah dipesan.

Bahkan penjualan tiket pesawat ke berbagai tujuan di negara itu mengalami lonjakan dengan cepat di situs-situs pemesanan.

Baca lagi  Vaksin AstraZeneca yang Haram Mengandung Babi, Boleh Dipakai untuk Cegah Bahaya Pandemi

Meski semua akses perjalanan mulai dibuka, namun pihak berwenang pemerintah Beijing masih harus menyelesaikan karantina selama 14 hari bagi wisatawan yang datang dari provinsi Hubei, yang menjadi tempat asal sumber menularnya virus corona.

Sementara sebagian besar negara lain di dunia masih memberlakukan lockdown, justru China sudah akan memulai aktifitas yang normal. Membuka semua perkantoran, dan kegiatan sekolah di negara itu.

Pemerintah Beijing juga menurunkan peringatan daruratnya dari tingkat tertinggi dan mencabut persyaratan karantina bagi warganya. Padahal sebelumnya telah diberlakukan secara ketat pemberlakukan karantina guna membatasi pergerakan setiap orang dalam perjalanan.

RAFIKI ANUGERAHA M

 

 

Related posts

Anggota DPR Pertanyakan Kerugian Pertamina yang Mencapai Rp11,13 triliun

adminJ9

Indonesia Masuk Daftar Cekal Masuk ke Arab Saudi, Bagaimana Nasib Jemaah Haji Indonesia?

adminJ9

Menkeu Ingatkan Risiko Global: Laju Inflasi AS yang Tinggi Dampaknya ke Ekonomi RI

adminJ9