Jurnal9.com
BusinessHeadline

Banyak yang Kaget Purbaya Mendadak Dicopot, Ini Alasannya

Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari Menteri Keuangan

JAKARTA, jurnal9.com – Kabar pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mendadak ini menjadi perhatian publik. Banyak yang mengaku kaget karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda mau dicopot.

Apalagi Purbaya sendiri pada pukul 11.00 WIB siang masih mengkikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPD RI.

Bahkan pada saat rapat kerja itu, Purbaya sedang melakukan sesi tanya jawab dengan pimpinan rapat. Saat berlangsung sesi tanya jawab itu, tiba-tiba ada telepon dari Istana. Lalu Ketua Komisi IV DPD Ahmad Nawardi memotong sesi jawaban Purbaya yang sedang berbicara.

“Maaf Pak.. ada telepon dari Istana. Katanya dari Mensesneg. Tolong dicek,” kata Nawardi saat memimpin rapat.

“Katanya ada urusan penting, Pak Purbaya dipanggil Bapak Presiden Prabowo ke Istana,” lanjut pimpinan rapat itu.

Ketua Komisi IV DPD itu memberi penjelasan kepada wartawan. “Tadi Pak Purbaya sedang berbicara, dan nggak pegang HP. Karena penting dipanggil Istana, akhirnya rapat dihentikan,” ujarnya.

Nawardi menjelaskan Menkeu Purbaya rapat dengan Komisi IV DPD berlangsung sejak pagi. “Pak Purbaya datang sebagai Menteri Keuangan yang menjadi mitra kerja Komisi IV DPD. Saat beliau meninggalkan rapat. Tidak ada kabar kalau beliau mau di-reshuffle,” tutur dia.

“Beliau nggak bicara kalau mau ada reshuffle. Beliau saat meninggalkan rapat pun, saya lihat santai-santai saja. Nggak ada gelagat kalau dirinya mau di-reshuffle. Apa beliau nggak tahu? Saya juga nggak tahu. Tapi kelihatannya beliau biasa-biasa saja,” tegas Nawardi lagi.

“Kalau melihat beliau yang biasa-biasa saja, saya kira Pak Purbaya tidak tahu kalau dirinya mau di-reshuffel,” ia menambahkan.

Namun Nawardi mengatakan saat Presiden Prabowo menghadiri forum internasional G20 dan BRICS beberapa waktu terakhir ini, Menteri Keuangan Purbaya tidak ikut serta.

“Ketidak-ikutsertaan Menkeu Purbaya dalam forum itu. Saya jadi bertanya-tanya kenapa Pak Purbaya kok nggak ikut? Saya melihat ini menjadi indikasi kalau beliau akan di-reshuffel, setelah saya tahu hari ini beliau digantikan Suahasil Nazara,” ungkap Nawardi.

Sorotan publik

Dicopotnya Purbaya dari Menteri Keuangan ini, tercatat masa jabatan yang paling singkat. Selama satu tahun. Dari 8 September 2025 sampai 14 September 2026. Purbaya ditunjuk Presiden Prabowo untuk menggantikan Menkeu Sri Mulyani Indrawati.

Selama satu tahun kepemimpinan Purbaya menjadi Menteri Keuangan memang tak lepas dari sorotan publik. Karena kebijakan ekonominya yang kontroversial.

Salah satunya keputusan Purbaya memindahkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang semula ditempatkan di Bank Indonesia (BI), kemudian digelontorkan ke bank pemerintah – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Himbara.

Baca lagi  90 Juta Lebih Suara Prabowo Mau Dibatalkan dengan Kesaksian Pesan Moral Romo Magnis?

Kebijakan likuiditas ini sempat memicu perdebatan di kalangan pengamat ekonomi dan pelaku pasar keuangan, terkait efektivitas serta dampaknya terhadap stabilitas moneter nasional.

Kemudian gaya komunikasi Sadewa juga menjadi sorotan publik. Menteri Keuangan yang satu ini dalam menanggapi polemik utang Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung mendapat kritik tajam dari pengamat ekonomi alumnus UGM, Defiyan Cori.

Defiyan mengkritik Purbaya terlalu sering melontarkan pernyataan yang mendadak tanpa dibarengi pemahaman substansi masalah serta kajian yang matang.

“Purbaya kalau ngomong suka jeplak, asal ngomong, tanpa kajian yang matang. Seperti wacana skema restrukturisasi utang Kereta Cepat Whoosh yang kabarnya bakal dibuat jangka waktu 80 tahun,” kata Defyan.

“Kalau melihat ini, sikap Purbaya seolah-olah ingin melepaskan kewajiban dan melimpahkan beban pinjaman itu kepada pemerintahan berikutnya. Ini menunjukkan Purbaya tidak memahami substansi permasalahan,” lanjut dia.

Defiyan menegaskan pemerintah tidak semestinya menganggap perpanjangan tenor sebagai satu-satunya cara menyelesaikan persoalan pembiayaan utang Whoosh.

Ia menilai Purbaya dicopot Presiden Prabowo dari Menteri Keuangan, mungkin salah satunya karena melihat ketidaktegasan sebagai Menteri Keuangan yang tak memahami substansi permasalahan seperti polemik utang Kereta Cepat Whoosh.

Tetapi publik ada yang menilai Purbaya juga meninggalkan jejak yang baik: seperti penerimaan pajak yang berhasil meningkat 30% tanpa kenaikan tarif. Dalam hal ini publik memberikan apresiasi tertinggi.

“Ini bukan kegagalan. Tapi prestasi yang perlu diapresiasi. Meskipun perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan sudah berakhir,” ungkap pengamat pajak yang tak mau disebut namanya.

Kritik netizen

Kabar dicopotnya Purbaya dari Menteri Keuangan yang mendadak ini mendapat perhatian netizen di media sosial:

“Purbaya mmg gak sesuai harapan. Lagian dia terlalu nafsu mau bongkar2; sdh byk pejabat2 yang dicopotin di kementerian keuangan. Pdhl mereka sdh lama berkarir di sana.skrg giliran dirinya yg dicopot” tulis @pgo.

“Gokil Purbaya diganti horeeee,” sindir @d0ni.

“Kaget kan Purbaya dicopot mendadak,” @kembaran bradpit menyentilnya.

“Kasian Purbaya udah dibikin kurus eh.. malah di-reshuffle skrng,” @tanpa nama.

“ngmongnya gampang nurunin dolar as, janjinya juli rupiah kembali menguat, eeh sampe skrng, rupiahnya trus melorot, gak naik2, pantes dicopot prabowo, krn purbaya cuma bisa pinter ngmong,” kritik @arm.

“mkanya jgn suka janji, kalo gak mampu kembalikan rupiah menguat,” tulis @khlilgbran.

***

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Bekas Buruh Pabrik Bisa Tembak Abe dari Dekat, Pengamanan Dipertanyakan

adminJ9

Sambo Tuding Brigadir J Mengidap Kepribadian Ganda, Kamaruddin: Ini Mengada-Ngada

adminJ9

UMKM Eksis dan Mampu Beradaptasi Pada Masa Pandemi Covid-19

adminJ9

Leave a Comment