Jurnal9.com
IT

Ilmuwan Australia: Virus Corona Kemungkinan Dibuat oleh Manusia

Nikolai Petrovsky, ilmuwan vaksin asal Australia ini melakukan penelitian virus corona pada awal pekan ini  (Foto: New York Post)

MELBOURNE jurnal9.com – Ilmuwan vaksin asal Australia Nikolai Petrovsky mengatakan virus corona mampu beradaptasi dengan manusia, dan mengindikasikan virus itu bisa dibuat oleh manusia di laboratorium.

Seperti dikutip New York Post, saat Petrovsky melakukan penelitian, ia mengaku terkejut melihat hasilnya bahwa virus corona lebih ganas pada sel manusia daripada sel hewan. “Strain baru virus corona, yang disebut SARS-CoV-2, dapat dioptimalkan sejak hari pertama tanpa perlu berevolusi seperti virus lain,” jelasnya.

Virus corona adalah virus baru yang belum pernah ada sebelumnya. Tapi yang mengejutkan memiliki ikatan pada reseptor manusia. “Dan virus ini bisa menginfeksi lebih dari lima juta orang,” ungkap Petrovsky.

Dari penelitiannya pada 24 Mei kemarin, ia khawatir ada kemungkinan virus yang dicurigai hasil buatan manusia itu bisa lolos dari sumber asalnya, laboratorium Institutte Virologi di Wuhan China.

Tim di Flinders University di Adelaide dan Latrobe University di Melbourne juga mempelajari SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan covid-19 menginfeksi hewan yang berbeda.

Petrovsky mencoba menemukan hewan yang paling rentan terhadap virus itu, seperti kelelawar, yang kemungkinan merupakan sumber asli virus, tapi terkejut ketika masuk ke dalam sel manusia.

Menurut ilmuwan Australia itu, kalau virus cenderung lebih baik dalam menginfeksi spesies baru, karena bisa beradaptasi dari waktu ke waktu. Tapi covid-19 mulai dioptimalkan sejak hari pertama tertular tanpa perlu berevolusi.

Tapi ada kemungkinan, kata Petrovsky, bahwa SARS-CoV-2 diciptakan oleh peristiwa rekombinasi yang terjadi secara tidak sengaja atau disengaja dibuat di laboratorium.  Kemudian tidak sengaja dilepaskan ke dalam populasi manusia setempat.

Institut Virologi Wuhan, lanjut dia, tempat laboratorium yang diketahui mempelajari virus corona yang berasal dari kelelawar. Tapi sebagian besar ilmuwan dari beberapa negara meyakini covid-19 terjadi secara alami di pasar hewan di Wuhan. Bukan buatan manusia.

Baca lagi  Dokter Operasi Pasien yang Masukkan Kabel ke Penis untuk Seks

Tak ada bukti

Namun ilmuwan bidang epidemiologi China, Gao Fu membantah bahwa virus corona bukan berasal dari pasar hewan di Wuhan. “Sampel yang diambil dari pasar hewan – tempat asal virus itu – setelah diteliti dari laporan pertama kali menular ke manusia, ternyata tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan antara hewan yang dijual di sana dan pantogennya,” ungkapnya.

Gao Fu awalnya mengira bahwa virus yang kini menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia itu berasal dari pasar hewan di Wuhan. “Setelah diteliti ternyata pasar itu hanya jadi korban yang dicurigai sebagai tempat asal sumber virus menyebar,” kata lelaki yang menjabat Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di China itu.

Ilmuwan China itu mengaku sejak dirinya meneliti virus SARS-CoV-2  pada Januari 2020 lalu, bahwa sampel yang sudah dikumpulkan tidak menunjukkan jejak virus berasal dari pasar hewan tersebut. Meskipun patogen terdeteksi dalam beberapa sampel lingkungan, termasuk limbah.

Sampai saat ini, kata Gao Fu, virus tersebut diduga kemungkinan berasal dari kelelawar, kemudian menyeberang melalui spesies perantara ke manusia. “Dan spesies mana yang menjadi media perantara, dan berasal dari mana penularan pertama kali sampai sekarang masih menjadi misteri,” tutur dia.

Penelitian yang diterbitkan di The Lancet pada akhir Januari 2020 menemukan kasus paling awal yang terjadi, ada seorang pasien yang jatuh sakit tercatat 1 Desember 2019, dan setelah diteliti tidak memiliki hubungan dengan pasar  hewan itu. “Tidak ada hubungan epidemiologis yang ditemukan antara pasien pertama dan kasus selanjutnya,” tegas Gao Fu.

“Masuk akal jika virus itu bisa menyebar pada manusia tanpa terdeteksi sebelum memasuki pasar dan menginfeksi sejumlah orang di sana,” lanjutnya.

RAFIKI ANUGERAHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

ITS Kembangkan Serat Optik Pendeteksi Produk Makanan yang Mengandung Babi

adminJ9

UMKM yang Terkoneksi Digital Mampu Bertahan Hadapi Krisis Pandemi Corona

adminJ9

TikTok akan Luncurkan Fitur Video Berbayar Lewat Shutouts

adminJ9