Erros Djarot
JAKARTA, jurnal9.com – Musisi yang juga dikenal sebagai sutradara film “Tjut Njak Dien”, Erros Djarot dikabarkan terinfeksi covid. Ini diungkapkan sahabat dekatnya, Ilham Bintang, wartawan film kawakan yang menghubungi Erros untuk menanyakan kebenaran kabar tersebut.
“Ya.. benar, saya terinfeksi covid,” jawab Erros dalam percakapan via ponsel kepada Ilham Bintang, akhir pekan lalu.
Saat ditanya Ilham, kira-kira tertular setelah ada kontak dengan siapa? Musisi yang menciptakan lagu “Badai Pasti Berlalu” yang dinyanyikan (alm) Chrisye itu menduga dirinya tertular virus corona dari uang kertas yang dipegangnya habis menerimanya dari orang lain.
“Asli. Saya ini tidak pernah ke luar rumah. Tidak pernah bertemu orang. Selain orang-orang di rumah. Benar-benar saya kena karena sentuh uang kertas,” ungkap Erros yang merasa yakin dirinya tertular dari uang kertas.
Uang itu dari siapa? Erros pun tidak tahu siapa orang luar yang membawa uang untuk diberikan kepada orang-orang yang ada di rumahnya.
Sutradara yang pernah terjun ke politik itu menceritakan kalau orang-orang yang tinggal di rumahnya juga tidak pernah keluar rumah selama pandemi ini. Cuma orang luar yang datang ke rumah mengantarkan uang, ada banyak orang. Tapi satu per satu siapa orang-orang luar itu yang membawa uang, Erros sudah tidak ingat lagi.
“Mereka datang tidak sampai masuk ke dalam rumah. Mereka hanya ada keperluan mengantar uang, sudah langsung balik. Tapi siapa-siapanya mereka itu saya sudah tidak tahu lagi,” tuturnya.
Erros yang berbicara lewat telepon dengan Ilham itu, mengaku awalnya ia merasakan ada gejala tidak enak badan. Selama 5 hari. “Tetapi tidak ada batuk. Tidak pusing yang disertai sesak nafas, seperti yang dialami umumnya pasien yang terjangkit virus,” ujarnya.
“Ini juga asli. Saya tidak merasakan apa-apa. Cuma heran, hasil swab antigen mendeteksi saya, positif,” kata pria berkumis lebat ini menambahkan.
Erros yang tanggal 22 Juli ini menginjak usia 71 tahun, mengatakan virus corona ini sangat mengerikan. Kadang tidak merasakan gejala apa-apa, tapi tidak kasat mata tiba-tiba menulari dan mengancam seseorang yang dapat mematikan.
Dalam percakapan Erros dengan Ilham, wartawan film itu, menyampaikan pesan kepada masyarakat supaya berhati-hati. “Ini serius. Saya mengingatkan semua teman. Supaya keluarga tingkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
“Anda juga. Hati-hati deh. Kita sudah pada tua. Virus corona ini gawat. Jangan main-main. Saya sudah kehilangan adik,” berulang-ulang mengingatkan via telepon itu.
Dia mengatakan belum sebulan, kehilangan adiknya, Budi Djarot, meninggal dunia setelah terpapar virus corona.
Erros meyakini dirinya tertular virus corona dari uang kertas itu, karena ia ingat kejadian seorang pria tertular virus ini hanya dari kontak ballpoint. “Kejadian ini kan viral di media sosial, orang tertular virus corona dari ballpoint,” ungkapnya.
Orang yang tertular virus corona dari ballpoint itu, cerita Erros, dia waktu mau vaksin menggunakan ballpoint milik panitia untuk mengisi data. Setelah itu tangannya mengucek matanya yang gatal.
“Pria itu sebenarnya sudah merasakan firasat bakal kena tertular. Sebab apa yang dia lakukan tadi keliru. Dan benar. Dua hari kemudian pria itu demam dan sesak nafas. Dalam testimoni videonya. Pria itu juga menceritakan perjuangan kerasnya untuk memperoleh rumah sakit,” cerita Erros.
Di Jakarta, minggu lalu Gubernur DKI mengumumkan ada 1900 pasien mengantre di lorong-lorong rumah sakit. Karena seluruh ruang perawatan penuh.
Karena kejadian itu, Erros memutuskan meninggalkan kota Jakarta untuk tinggal sementara di villanya Gadog, Puncak, Jawa Barat. Sebulan lalu. Tapi siapa sangka, justru Erros di pengungsian itulah malah ia tertertular.
Padahal, menurut Erros, boleh dibilang ia dan keluarganya hanya mengurung diri di dalam rumah villanya selama di Puncak.
Melihat cerita orang yang tertular dari ballpoint, dan ia sendiri merasa tertular dari uang kertas, maka pemilik nama asli Soegeng Djarot yang lahir di Rangkasbitung, 22 Juli 1950 ini menuturkan banyak orang terjangkit virus corona dari kejadian sepele, dan tak terduga-duga.
Dia juga bercerita soal obat cacing yang kontroversial itu? “Faktanya banyak yang sembuh karena minum obat itu. Minimal, kalau toh pun kena gejalanya tidak berat,” kata dia.
“Obat itu yang banyak saya bagikan ke teman-teman. Kebetulan saya pernah beli banyak. Selama pandemi ini kerja saya kayak relawan membantu teman-teman yang terdampak.
“Makanya lucu, malah saya yang kena,” kata Erros mengakhiri percakapan via teleponnya.
RAFIKA ANUGERAHA M I ARIEF RAHMAN MEDIA