Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indikator-indikator ekonomi pada Juli dan Agustus tampak membaik dibandingkan April, Mei, dan Juni.
JAKARTA, jurnal9.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan tantangan Indonesia untuk dapat mencapai pertumbuhan ekonomi mendekati nol persen pada kuartal III/2020 ini harus berupaya keras meningkatkan konsumsi, investasi, dan ekspor.
“Tantangan kalau ingin mendekati nol persen maka konsumsi, investasi dan ekspor harus meningkat sangat tinggi,” katanya usai raker dengan Banggar DPR RI di Jakarta, Senin (7/9).
Sri Mulyani menuturkan ekonomi kuartal II tahun ini terkontraksi 5,32 persen karena disumbang oleh penurunan konsumsi yang mencapai 5,8 persen dan investasi mendekati 8 persen.
Menurutnya, indikator-indikator ekonomi pada Juli dan Agustus tampak membaik dibandingkan April, Mei, dan Juni.
“Kita berharap kuartal III dari Juli, Agustus, dan September ini indikator-indikator pertumbuhan ekonominya akan lebih baik dibanding kuartal II,” tegasnya.
Menkeu mengakui potensi resesi bisa terjadi pada kuartal III ini, apabila aktivitas masyarakat belum normal kembali meskipun belanja pemerintah dapat diakselerasi dan investasi telah masuk zona positif.
“Kalau secara teknik pada kuartal III ini kita di zona negatif, maka resesi terjadi,” ujarnya.
Namun ia menegaskan harapan tidak terjadi resesi pada kuartal III ini juga besar, karena pada satu bulan terakhir terjadi perkembangan yang cukup baik.
“Akselerasi belanja pemerintah serta program pemulihan ekonomi terus dilaksanakan dan didorong sehingga konsumsi dan investasi bertahap pulih,” katanya.
Bahkan ia memastikan akan mengakselerasi belanja pemerintah untuk terus memulihkan konsumsi dan investasi, sehingga pada kuartal III berpeluang lebih baik dibanding kuartal II.
“Pemerintah berharap performance kuartal III membaik dan dijaga sampai kuartal IV,” tegasnya.
Sumber: Ant I ARIEF RAHMAN MEDIA