Jurnal9.com
News

Sinergi Dekranas dan KemenkopUKM Kembangkan Perajin Wastra Lombok Sumbawa

MANDALIKA, jurnal9.com –  Rangkaian sinergi program antara Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dengan Kementerian Koperasi dan UKM di lima destinasi wisata super prioritas, berlanjut di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini adalah rangkaian sinergi terakhir tahun 2021 setelah dilaksanakan di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Borobudur Magelang, Danau Toba Sumatera Utara, dan Likupang Sulawesi Utara.

Sinergi antara Dekranas dan Kemenkop UKM ditujukan untuk melaksanakan berbagai program peningkatan sumber daya perajin wastra agar lebih berdaya saing dan mampu bertahan dalam kondisi era baru.

“Saya mengapresiasi sepenuhnya kegiatan Sinergi Program/Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM Bersama Dekranas yang berkomitmen untuk mendorong UMKM agar lebih berdaya saing dan mampu bertahan dalam kondisi era baru. Kegiatan ini merupakan wujud peran aktif Dekranas untuk berpartisipasi mendorong perekonomian Indonesia,” kata Ketua Dekranas Bidang Manajemen Usaha, Suzana Teten Masduki, dalam acara bertema “Wastra Lombok Sumbawa” pada Selasa (26/10/2021) di Mandalika, NTB.

Suzana mengatakan bahwa Dekranas turut berperan dalam pengembangan wastra dengan mendorong pelaku UMKM untuk membentuk kelembagaan koperasi. Karena melalui koperasi, perajin wastra akan memiliki daya tawar, akses permodalan yang mudah ke lembaga pembiayaan, serta pengembangan pasar.

“Jika pengrajin wastra berjalan sendiri-sendiri akan lambat untuk berkembang. Karena itu Kelembagaan koperasi berfungsi menjadi agregator, mengakses modal, serta menjangkau pasar yang lebih luas. Sehingga produsen wastra tidak lagi berpikir bagaimana menjual produknya, karena fungsi itu dilaksanakan koperasi,”  ujar Suzana.

Terkait perlunya promosi wastra terus menerus pada berbagai platform digital untuk menyasar pasar anak muda, lanjut dia, anak muda ternyata menyukai wastra dengan caranya sendiri. Hal itu terbukti dengan kompetisi foto wastra melalui media sosial yang menghimpun lebih dari 3.000 foto wastra dengan peserta mayoritas anak muda.

“Peran anak muda untuk mengembangkan wastra sangat perlu, agar wastra sebagai warisan bangsa terus berlanjut dan menjadi kebanggan anak bangsa,” tutur Suzana.

Baca lagi  Apes Banget! Zhang Sudah Dipenjara 27 Tahun, Ternyata Salah Tangkap

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah, Hanung Harimba mengatakan melalui sinergi bertemakan Wastra Lombok Sumbawa ini diharapkan mampu meningkatkan citra produk kerajinan hasil karya perajin di Provinsi NTB. Sehingga Wastra Lombok Sumbawa dapat bersaing di pasar lokal maupun global.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia UMKM Perajin di Provinsi NTB, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing produk kerajinan unggulan daerah yang berbasis kearifan lokal dan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan,” ungkap Hanung.

Sementara itu Gubernur Nusa Tenggara Barat melalui sambutannya yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Lalu Gita Ariadi mengapresiasi sinergi yang dilakukan oleh Dekranas dengan Kemenkop UKM. Khususnya terkait dengan pengembangan UMKM Perajin Wastra yang kali ini dilaksanakan di Mandalika sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas sekaligus termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Dukungan dari berbagai Kementerian/Lembaga kepada Mandalika sebagai KEK juga diberikan oleh Kemenkop UKM, salah satunya melalui Bazaar UMKM Mandalika. Selain itu dukungan juga diberikan oleh Dekranasda melalui pengembangan sentra-sentra di Kawasan Mandalika yang menjadi bentuk kepedulian terhadap kekayaan Wastra,” ujar Lalu.

Ketua Dekranada Provinsi NTB, Niken Zulkiflimansyah juga mengungkapkan dukungan serta apresiasinya pada sinergi ini. Kegiatan yang memiliki tujuan untuk membantu perajin dalam mengelola usaha Wastra ini diharapkan dapat terus terjalin ke depannya.

“Budaya Wastra bukan hanya di Pulau Lombok, tetapi juga di Sumbawa. Sehingga saya berharap kegiatan semacam ini dapat terus terjalin dan berkelanjutan agar seluruh daerah mendapat kesempatan yang sama terkait pengmbangan usaha mulai dari sisi produk hingga teknik pemasarannya,” tutur Niken.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Abdul Qadir Baraja Ingin Mengganti Pancasila? Kok Baru Ditangkap

adminJ9

Saksi Mata Sebut Awal Kejadian yang Membuat Rusuh di Kanjuruhan

adminJ9

Jokowi akan Bubarkan 18 Lembaga Negara

adminJ9

Leave a Comment