TANGSEL, jurnal9.com – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan, mengatakan kondisi pandemi Covid-19 membuat UMKM menjadi salah satu paling terdampak. Berdasarkan data KemenkopUKM dari Maret hingga Juni 2020, 3 masalah terbesar bagi UMKM adalah permintaan terus menurun, distribusi dan permodalan terhambat.
Penurunan itu terjadi hingga 22,9%, distribusi terhambat 20,01% dan permodalan 19,93%. Sementara sektor yang paling terdampak adalah perdagangan 40,92%, penyedia akomodasi dan makan minum 26,86% serta industri pengolahan 14,25%.
Ini diperlukan upaya penyelamatan dari internal UKM sendiri, maupun dari pemerintah yang didukung berbagai pihak. Kondisi saat ini menuntut UMKM untuk mau bergerak ke arah digital, sehingga usaha tetap berjalan dan tidak terhalang oleh kebijakan social distancing.
“Pemerintah didukung berbagai pihak, salah satunya oleh Nahdlatul Ulama melalui kegiatan NU Craft Exhibition yang kita hadiri saat ini. Saya mengapresiasi kegiatan ini sebagai ajang edukasi dan promosi bagi UMKM untuk menciptakan pasar serta memperkuat kreasi, karya, produksi, distribusi produk UMKM di era baru,” ujarnya saat membuka NU Craft Exhibition di Dj bengkel Kreatif Indonesia, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (13/9).
Pemerintah, telah memberikan sejumlah skema pemulihan UMKM, salah satunya adalah Banpres untuk usaha produktif bagi 12 juta usaha mikro yang sampai hari ini sudah disalurkan 61% atau sekitar Rp13 triliun. Sisanya mudah-mudahan akhir bulan ini bisa disalurkan sebesar Rp22 triliun.
“Kita doakan saja akan ada penambahan dari Presiden untuk tahun ini. Untuk tahun 2021 melalui forum bersama pemerintah dan DPR diusulkan untuk 20 juta usaha mikro dengan total dana Rp 48 triliun,” jelas Rully.
Hadir Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani, Ketua PBNU KH Marsudi Suhud, Pemilik bengkel kreatif Indonesia Gus Kholis, simpatisan NU, Banser, Ansor, Fatayat, Muslimat dan lain-lain.
Airin Rachmi Diani berharap, kegiatan yang dilakukan NU ini dapat meningkatkan pemulihan ekonomi khususnya di Tangerang Selatan. Saat ini menurutnya memang tidak ada pilihan, ekonomi dan kesehatan harus berjalan bersama-sama.
“Ekonomi penting, kesehatan juga penting, derajatnya sama, saya berharap NU Craft Exhibition bisa bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan bagi pelaku UKM,” harap Airin.
Dia berpesan, kegiatan dilakukan tetap menjaga protokol covid-19, yakni memakai masker, menjaga jarak dan memakai hand sanitizer atau cuci tangan memakai sabun.
KH Marsudi Suhud mengatakan, kedatangan hadirin diajak untuk berfikir kreatif. “Di dalam diri kita semua ada kekuatan besar yang diberikan Allah, jika kita menemukannya maka kita akan menemukan dunia untuk penghidupan. Karena dunia ini terus berubah,” paparnya.
Menurutnya perubahan itu ada dua, yaitu atakhzir al ijbari dan attakhzir al ikhtiari. Pertama, perubahan yang memaksa kita untuk berubah serta perubahan yang kita programkan menghadapi perubahan al ijbari.
Acara juga me-launching air mineral dengan merk NU water.
MULIA GINTING