Jurnal9.com
News

Mutasi Covid-19 Varian Baru yang Menjangkiti India (B16172) Ditemukan di Bangkalan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

BANGKALAN, jurnal9.com – Hasil sequencing sample Institute of Tropical Disease (ITD) dari Universitas Airlangga Surabaya, Gubernur Khofifah menyebutkan ada 3 orang pria terkonfirmasi positif covid-19 dengan mutasi virus yang berasal dari India. Varian baru itu masuk dalam tipe delta B1.617.2 yang ditemukan dari hasil pemeriksaan selama penyekatan di jembatan Suramadu.

Upaya antisipasi menyebarnya kasus mutasi baru ini, Pemprov Jawa Timur bersama Forkopimda Jatim, Pemkot Surabaya dan Pemkab Bangkalan secara terpadu melakukan berbagi upaya guna memutus mata rantai penyebarannya.

Pasien yang terkena mutasi virus baru tersebut; dua orang dirawat di RS Lapangan Indrapura, Surabaya. Dan satu orang lagi dirawat di RS di Bojonegoro.

“Pasien dengan infeksi covid-19 varian mutasi delta ini diisolasi agar tak menyebar. Kami melakukan langkah untuk mencegah penyebaran kasus ini, baik dari segi testing, tracing, treatment maupun edukasi,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (15/6/2021).

Khofifah mengatakan Pemprov Jatim bersama tim Kodam dan Polda serta tracer Kab. Bangkalan melakukan tracing massal di daerah-daerah zona merah di Bangkalan. Ada 4 kecamatan zona merah: yaitu kecamatan Arosbaya, Geger, Klampis dan Bangkalan.

Ada 13 zona oranye: yaitu Sepoloh, Tanjung Bumi, Galis, Blega, Modung, Kwanyar, Labang, Kamal, Socah, Burneh, Tanah Merah, Tragan, serta Konang. Dan ada 1 zona kuning: Kekep.

Data korban orang yang terinfeksi covid; dari 17 kecamatan di Kabupaten Bangkalan selama 11 hari sampai Jumat (11/6/2021) ada 54 orang meninggal dunia. “Sejak awal Juni sampai sekarang ini tercatat 54 pasien yang meninggal dunia di rumah sakit (RS Syamrabu) Bangkalan. Jumlah ini sangat tinggi dalam 11 hari terakhir ini,” kata Direktur RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu), Nunuk Kristiani.

Pemprov Jatim berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dan Polda Jatim untuk melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu sejak 5 Juni 2021. Secara kumulatif sebanyak 31.578 orang yang telah dilakukan swab antigen, hasilnya 668 positif antigen dengan hasil akhir 362 kasus dengan hasil swab PCR positif.

Baca lagi  Nurdin Halid: Klub Sepak Bola Eropa Dikelola dengan Sistem Koperasi

Karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat Madura terhadap covid-19 ini, membuat banyak orang di wilayah Madura ini tak peduli, dan bahkan tak mempercayai adanya covid.

“Terkait edukasi covid-19 pada warga Madura, Forkopimda Jawa Timur bersama tokoh agama maupun tokoh masyarakat Madura untuk memberikan pemahaman, serta mengajak untuk patuh pada protokol kesehatan dan ikut program vaksinasi,” kata Khofifah.

Berdasarkan data nasional per 13 Juni 2021, kumulatif konfirmasi pasien positif corona di Bangkalan berjumlah 2.244 orang dengan 43 penambahan kasus baru. Mereka yang dirawat berjumlah 483 orang dari jumlah keseluruhan yang terkonfirmasi.

Kini jumlah pasien meninggal yang terkonfirmasi mencapai 221 orang. Mereka yang sembuh berjumlah 1.540 orang.

IKAMA

Sementara itu Pembina Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), Achmad Zaini mendukung upaya yang dilakukan Wali Kota Eri Cahyadi dengan menerapkan penyekatan di jembatan Suramadu.

“Ikatan Keluarga Madura akan membantu untuk mengamankan atau untuk mengatur bagaimana supaya agar swab itu bisa teratur dengan baik. Tidak ada yang dirugikan, dan tidak ada yang mengeluh sebagainya,” kata Achmad Zaini.

Achmad Zaini mengatakan screening yang diterapkan di Suramadu ini sangat penting untuk mencegah penyebaran covid-19. Karena itu pihak IKAMA menyatakan siap membantu Satgas Covid-19 untuk menjaga pos-pos perbatasan Jembatan Suramadu. “Jadi mulai satu-dua hari ini kita akan bersama-sama membantu menjaga pos-pos yang perlu dibantu. Baik di sisi Madura maupun Surabaya,” jelasnya.

Selain itu IKAMA mengimbau masyarakat Madura dimanapun berada agar bersama-sama patuh terhadap anjuran pemerintah. “Warga Madura agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker dan sebagainya.”

“Saya berharap kepada masyarakat Madura dimana pun berada, khususnya di Surabaya maupun di Madura untuk bersama-sama patuh. Covid-19 ini benar-benar ada. Sudah setahun lebih. Jadi harus percaya virus corona ini bisa membunuh orang dan yakin covid-19 itu ada,” pesannya.

RAFIKA ANUGERAHA M

Related posts

China: AS Tak Punya Bukti Virus Corona Berasal dari Lab Wuhan

adminJ9

Prof Azyumardi Azra akan Golput di Pilkada 2020, Ini Alasannya

adminJ9

Pengamat: Ada Indikasi Kebakaran Beruntun Kilang Minyak Cilacap Dilakukan Sengaja

adminJ9

Leave a Comment