Jurnal9.com
IT

Ilmuwan Peringatkan Pandemi Virus Corona Bisa Berlangsung Hingga 2023

Profesor Hendrik Streeck, ahli virus dari Jerman memperkirakan bahwa dunia akan melihat wabah Covid-19 secara teratur setidaknya hingga 2023 mendatang

JAKARTA, jurnal9.com  –  Profesor Hendrik Streeck, seorang ahli virus asal Jerman mengingatkan bahwa virus corona akan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari hingga tahun 2023 mendatang, dan mungkin tidak akan hilang, kecuali sudah ditemukan vaksin.

Ahli virologi ini menggunakn kota Gangelt untuk mempelajari bagaimana virus menyebar dan cara mengatasinya.

“Virus ini tidak menghilang, sekarang sudah menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari. Virus corona akan ada selama 3 tahun dan kita harus menemukan cara untuk menghadapinya,” kata Streeck seperti dikutip Metro UK, Senin (7/9).

Dia mengatakan bahwa menjaga jarak sosial masih menjadi cara yang paling efektif untuk menahan laju penyebaran virus corona pada tahun-tahun mendatang. Dan ia memperkirakan wabah besar akan didorong oleh fenomena super-spread.

“Kami tahu bahwa menjaga jarak sosial, tidak berkumpul dalam kelompok besar, dan menggunakan masker dapat berdampak besar pada infeksi. Ini adalah tindakan sederhana yang dapat membantu menghentikan penyebaran virus,”  tegasnya.

Streeck menambahkan bahwa kemungkinan vaksin akan ditemukan memang bisa menjadi solusi, tetapi dia juga memperingatkan bahwa vaksin mungkin tidak bisa diproduksi dan didistribusikan dengan cepat.

Menurutnya vaksin baru ditemukan dan akan tersedia paling cepat pada tahun depan atau  bisa lebih lama lagi.

World Health Organization (WHO) sebelumnya mengatakan bahwa mereka mengharapkan pandemi Covid-19 ini akan berakhir dalam rentang 2 tahun dari sekarang. Prediksi ini didasarkan pada pandemi flu Spanyol 1918 yang membutuhkan waktu 2 tahun untuk mengatasinya.

Universitas John Hopkins melaporkan bahwa wabah global flu Spanyol 1918 telah menewaskan sedikitnya 50 juta orang di seluruh dunia. Sementara itu, Covid-19 telah menjangkit 27 juta orang dan menewaskan lebih dari 880.000 orang di seluruh dunia.

Baca lagi  Web 3.0, Metaverse dan Ransomware Masih Mendominasi Tren Teknologi 2022

“Karena ini diperkirakan akan tetap ada hingga tiga tahun mendatang, maka kita harus menemukan cara untuk menghadapinya,” kata dia.

“Kami tahu bahwa jarak sosial, tidak berkumpul dalam kelompok besar dan menutupi wajah dapat berdampak besar pada infeksi,’ katanya.

Profesor Streeck menambahkan bahwa kemungkinan vaksin akan ditemukan, tetapi diperingatkan bahwa itu mungkin tidak diproduksi dengan cepat.

Sumber: Metro UK  I  RAFIKI ANUGERAHA M

Related posts

Menag Dorong Injeksi Computational Thinking pada Siswa Madrasah

adminJ9

KemenKopUKM Dukung Inisiatif #MelajuBersamaGojek Sebagai Solusi UMKM Go-Digital

adminJ9

Tak Mau Bayar Konten Berita, Kanada Beri Ancaman Serupa Australia Kepada Facebook

adminJ9

Leave a Comment