Jurnal9.com
BusinessHeadline

Chairul Tanjung Tanya ke Luhut: “Ini Pertanyaan Agak Sensitif. Kenapa Selalu China, Pak?”

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan dan pengusaha Chairul Tanjung dalam acara diskusi virtual “Economic Outlook 2021” di Jakarta, pada Kamis (25/2).

JAKARTA, jurnal9.com –  Isu kedekatan hubungan Indonesia dengan China belakangan ini dianggap berlebihan, sehingga over estimate terhadap negara Tirai Bambu itu membuat pandangan masyarakat lebih menanggapinya sensitif.

“Ini pertanyaan agak sensitif. Kenapa selalu China, Pak!,”

Ketika Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan berbicara dalam acara diskusi virtual “CNBC Indonesia Economic Outlook 2021” yang dihadiri sejumlah pengusaha, mendapat pertanyaan soal isu kedekatan hubungan Indonesia dengan China itu.

Pengusaha Chairul Tanjung yang juga jadi pembicara dalam acara tersebut, tanpa ditutup-tutupi nyeletuk langsung bertanya kepada Luhut. “Kenapa kita selalu China, Pak Luhut?,” tanya bos CT Corp itu mengawali pertanyaannya.

“Ini pertanyaan yang agak sensitif Pak!. Sekarang semua itu terkesan dari China. Vaksin dari China, investment dari China, dan Pak Luhut quote on quote karena kedekatan tadi, dianggap komandannya,” kata Chairul Tanjung.

“Pak Luhut bisa jelaskan kepada para pelaku ekonomi dan masyarakat pada umumnya. Ini kan rumor yang perlu diklarifikasi lho pak!,” ia menegaskan pertanyaannya lagi.

Menjawab pertanyaan Chairul Tanjung tersebut, Luhut mengaku mendengar pertanyaan itu, dirinya merasa seperti ada tuduhan bahwa pemerintah sekarang ini Indonesia terkesan mengutamakan China dalam pembangunan dan investasinya.

Luhut pun tak mengelak jika Indonesia memiliki kedekatan dengan Negara Tirai Bambu tersebut.

Latar belakang dirinya sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, memang harus membuat hubungan dengan China terjalin dengan baik.

Tetapi ia mengaku hubungannya dengan negara lain juga banyak yang lebih baik.

Baca lagi  KemenkopUKM: Koperasi Diduga Lakukan Praktik Pinjol Illegal, Ini Ciri-Cirinya

“Kalau kita dekat dengan China, iya. Tapi dengan Abu Dhabi ya super dekat juga. Kita pertama kali dalam sejarah Indonesia mendapat 19 miliar dolar AS dari Abu Dhabi. Kita juga dekat dengan AS,” ungkap Luhut.

Penjelasan Luhut itu meski memberikan respon adanya tuduhan hubungan Indonesia yang sangat dekat dengan China membawa kesan sensitif. Ia beralasan karena belakangan ini memang banyak kerja sama dengan negara Tirai Bambu itu.

“Karena China juga ingin mencari teman. Tetapi semua investasi yang masuk dari China itu tetap harus memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Tidak ada mereka (China) yang mengatur kita,” tegas Luhut.

ARIEF RAHMAN MEDIA

 

Related posts

Sikap Netral Media dan Facebook di Pilres AS yang Blokir Informasi Sesat-Hoax

adminJ9

Ahli Hukum Alvin Lim Prediksi Sambo Dijerat Hukuman Ringan

adminJ9

Kebijakan Perdagangan AS di Bawah Trump: Terapkan Tarif Tinggi, Pengaruhnya pada Ekonomi Global

adminJ9

Leave a Comment