Jurnal9.com
Business

BMT Bisa Dapat Dana Bergulir dari LPDB Hingga Rp100 Miliar

Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki saat membuka acara sinergi LPDB-KUMKM dengan Perhimpunan BMT Indonesia di Yogyakarta, Rabu (5/8).

YOGYAKARTA, jurnal9.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan sudah mengeluarkan Permenkop (Peraturan Menteri Koperasi) yang memungkinkan koperasi bisa mendapatkan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) hingga Rp100 miliar.

“Pembiayaan dari dana bergulir akan terus kita tingkatkan untuk koperasi. Bahkan satu Baitul Maal wal Tamwil (BMT) bisa mendapat hingga Rp100 miliar,” kata Teten pada acara sinergi Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM dengan Perhimpunan BMT Indonesia dan Bimbingan Teknis mendapatkan dana bergulir, di Yogyakarta, Rabu (5/8).

Sebelumnya untuk memperoleh dana bergulir, kata Menkop, terbilang rumit dan sulit. Kini, LPDB KUMKM mereformasi diri agar lembaga ini lebih mudah diakses koperasi di Indonesia.

Teten meyakini, dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk LPDB sebesar Rp1 triliun akan terserap pada September 2020. “Saya meminta tambahan dana dari Menteri Keuangan,” kata MenkopUKM.

Kerja sama dan sinergi antara LPDB KUMKM dengan Perhimpunan BMT Indonesia bisa menjadi model penyaluran bagi UMKM melalui koperasi yang lebih ramah.

“Kami mengurus lebih dari 60 juta UMKM seluruh Indonesia. Untuk itu, saya ingin menyalurkannya melalui model channeling, termasuk BMT yang anggotanya dominan pelaku UMKM,” jelas MenkopUKM.

BMT biasa melakukan pendampingan usaha bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Sekjen Perhimpunan BMT Indonesia Mursida Rambe mengatakan, Bimbingan Teknis (Bimtek) kali ini diikuti 25 KSPPS BMT dari lima provinsi. “Dan sudah ada 12 proposal dana bergulir masuk ke LPDB KUMKM,” papar Mursida.

Dia berharap LPDB secepatnya menyalurkan dana bergulir yang amat dibutuhkan koperasi. “Bila koperasi BMT mendapat dana bergulir akan bisa menggerakkan kembali pelaku UMKM,” ucap Mursida.

Baca lagi  MenkopUKM Gandeng Ikatan Alumni Unibraw, Bangun Future SMEs Berdaya Saing Tinggi

Saat ini, Perhimpunan BMT Indonesia memiliki anggota sebanyak 322 di sembilan provinsi. Perhimpunan BMT juga memiliki total anggota sebanyak 4 juta orang dan 1.610 pasar tradisional.

Selama Covid-19, kehadiran Baitul Maal wa Tamwil amat terasa bagi pelaku UMKM. Ketika Tamwil menurun, Baitul Maal yang tampil ke depan.

MULIA GINTING

 

Related posts

‘Smesco Papua Event’ Pamerkan Produk UMKM pada Pelaksanaan PON XX Papua 2021

adminJ9

Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) Bisa Dimanfaatkan Pelaku UMKM

adminJ9

BPS Catat Ekonomi Kuartal IV Anjlok 2,19 Persen, Berarti Indonesia Masih Resesi

adminJ9