Jurnal9.com
HeadlineLifeStyle

Banyak Wanita di Ukraina Sewakan Rahimnya untuk Lahirkan Anak Orang Lain

Seorang wanita di Ukraina yang sedang mengiklankan dirinya untuk menyewakan rahimnya kepada pasangan lain

Di Ukraina sebanyak 2000-2500 bayi setiap tahun dilahirkan dari ibu pengganti wanita lain dengan menyewa rahimnya

UKRAINA, jurnal9.com – Ukraina yang kini tengah berperang dengan Rusia, dikenal sebagai negara tempat sewa rahim. Bisnis sewa rahim ini banyak dicari pasangan yang ingin memiliki anak dari darah dagingnya sendiri tanpa harus hamil.

Jadi proses kehamilannya meminjam rahim wanita lain sebagai ibu penggantinya. Sewa rahim ini di Ukraina telah disahkan oleh pemerintah setempat sejak 2002. Sehingga banyak ibu rumah tangga di Ukraina yang menyewakan rahimnya dipakai mengandung atau hamil untuk melahirkan anak orang lain.

Proses kehamilannya lewat rahim wanita lain dengan metode surogasi atau surrogate, yakni dengan cara dokter menyuntikkan [menyatukan] sperma dan sel telur dari orang tua asli. Lalu dipindahkan ke dalam rahim ‘ibu titipan’ sampai terjadi kehamilan dan melahirkan bayi.

“Surogasi itu metode yang memungkinkan pasangan untuk memiliki anak darah dagingnya sendiri tanpa harus hamil. Proses kehamilannya lewat rahim wanita lain sebagai ibu pengganti,” kata Ihor Pechenoga, seorang dokter di kilinik yang menyediakan layanan metode surogasi ini.

Dikutip dari CNN International, rata-rata wanita di Ukraina yang bersedia menjadi surrogate mother mendapat bayaran antara US$17.500 sampai US$25.000, atau sekitar Rp250 juta sampai Rp358 juta (kurs Rp14.338/US$).

Wanita Ukraina menyewakan rahimnya dipakai mengandung atau hamil untuk melahirkan anak orang lain ini cukup semarak. Bahkan banyak wanita yang bisnis menyewakan rahimnya ini diiklankan lewat berbagai media sosial.

Di banyak negara Eropa lainnya, termasuk di Inggris, saat bayi lahir dari metode surogasi [ibu titipan] ini tetap akan dicantumkan dalam akta kelahiran. Jika dia menikah, maka nama suaminya juga dicantumkan dalam akta kelahiran si bayi.

Baca lagi  Megawati Tak Rela Jokowi Dukung Gibran Jadi Cawapres Prabowo

Namun di Ukraina, nama orang tua yang akan ditulis di akte [sebagai ayah dan ibu si bayi] adalah pihak ‘penyewa’ Rahim [orang tua asli]. Hal ini tentu akan lebih memudahkan jika mereka ingin membuat paspor dan membawa pulang sang bayi.

Menurut laporan BBC News, setiap tahun ada 2.000 – 2.500 bayi yang lahir dari metode surogasi atau sewa rahim di Ukraina. Orang tua asli dari bayi-bayi itu kebanyakan berasal dari luar negeri, seperti Kanada, Italia dan China.

Di Ukraina ada lebih dari 50 klinik reproduksi lewat rahim wanita lain ini. Pengelola klinik itu menggunakan agen untuk memasarkan dan menjembatani para wanita di Ukraina dalam mencari pasangan dari negara lain yang mau sewa rahim.

Salah satu agen terbesar dilaporkan memiliki 500 wanita yang menyewakan rahim  sebagai ‘ibu pengganti’ yang mengandung bayi orang lain. Namun saat negaranya porak poranda karena perang dengan Rusia, maka nasib wanita Ukraina yang menyewakan rahim ini sedang terkatung-katung.

RAFIKA ANUGERAHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Busyro: Selama ini Menggambarkan Negara Sering Hadir dalam Bentuk Kekerasan

adminJ9

UU Cipta Kerja yang Diserahkan ke Presiden Masih Ada Kejanggalan, Apa Ini Disengaja?

adminJ9

GIMNI Ancam Pemerintah, Kini Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng dan CPO

adminJ9

Leave a Comment