Presiden Amerika Serikat Joe Biden bersama Istrinya Jill Biden usai menyampaikan pidatonya di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat.
WASHINGTON, jurnal9.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berserta Ibu Negara Jill Biden dari Gedung Putih AS, menyampaikan ucapan selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1442 H kepada kaum muslim di Amerika Serikat dan seluruh dunia, pada Senin (12/4/2021).
Presiden AS menyebutkan pada masa pandemi ini membuat banyak keluarga muslim yang menjalankan ibadah puasa dan shalat di rumah maupun di masjid dalam keadaan menjaga jarak; berpisah dengan orang-orang yang dicintai.
Namun Presiden Joe Biden meyakini kondisi tersebut tak membuat kaum Muslim dan keluarganya kehilangan harapan hidup atau terhalang untuk mendekatkan diri dengan Tuhannya. “Bulan Ramadhan ini adalah bulan turunnya Alquan dan bulan penuh ampunan bagi kaum muslim,” ungkapnya.
“Di bulan ini kaum muslim makin meningkatkan kesadarannya dengan mendekatkan diri pada Tuhan. Dan mereka melayani orang lain berdasarkan keimanan dan menujukkan rasa syukur atas nikmat kesehatan, kesejahteraan dan kehidupan,” tutur Presiden AS ini.
Biden juga mengatakan kondisi saat ini kaum muslim di seluruh dunia sedang berusaha keluar dari ancaman keadaan krisis ekonomi akibat pandemi yang belum musnah dari bumi.
Kemudian Presiden Joe Biden mengutip ayat 35 Surat An Nur dalam pesan Ramadhan yang disampaikannya;
“Allah adalah pemberi cahaya di langit dan bumi, yang membimbing kita keluar dari kegelapan,” ucap Biden menerjemahkan ayat 35 surat An Nur..
Presiden Joe Biden juga menyebut warga muslim Amerika Serikat telah ikut memperkaya negara Amerika Serikat sejak kali pertama negara ini berdiri. Karena itu Biden sangat menghargai perjuangan warga muslim AS. Apalagi saat negara ini diserang virus covid-19, warga muslim AS turut mati-matian memberantasnya.
Begitu pun dalam situasi di AS yang sedang menghadapi kekacauan soal diskriminasi warganya, Biden memuji warga muslim yang ikut mengambil peran utama dalam memperjuangankan kesetaraan ras dan keadilan sosial.
“Tapi kami sadar, warga muslim Amerika terus menjadi sasaran perundungan, kefanatikan dan kejahatan kebencian sosial. Kondisi ini tidak dapat diterima dan harus dihentikan,” kata Presiden AS ini.
“Tidak boleh ada satu orang pun di Amerika yang hidup dalam ketakutan untuk mengungkapkan keyakinannya. Pemerintah bekerja tanpa lelah untuk melindungi hak dan keamanan seluruh warganya,” tegas Biden lagi.
Dalam pesan Ramadhan ini, Presiden Biden juga menyebut masalah pencabutan larangan perjalanan bagi warga muslim dari sejumlah negara, ini dinilainya sangat memalukan.
Ia berjanji untuk terus membela hak asasi warga muslim di negara bagian mana pun, termasuk di luar Amerika Serikat, seperti warga muslim suku Uighur di China dan Rohingya di Myanmar.
Mengakhir pernyataannya, Presiden Joe Biden menyebut karena kondisi saat ini masih pandemi, perayaan-perayaan di Gedung Putih masih berlangsung secara virtual.
“Insya Allah saya dan Jill berharap dapat melangsungkan perayaan Idul Fitri secara langsung di Gedung Putih tahun depan,” ujarnya.
ARIEF RAHMAN MEDIA