Jurnal9.com
News

Polisi Mengetahui Saifuddin Ibrahim Aktif Monitor Kasus yang Menjeratnya di AS

Pendeta Saifuddin Ibrahim

JAKARTA, jurnal9.com  – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Ramadhan, mengatakan tersangka pendeta Saifuddin Ibrahim yang berada di Amerika Serikat (AS) telah diketahui Kepolisian RI aktif memantau perkembangan kasus yang menjeratnya.

Dan bahkan yang bersangkutan di AS saat ini masih aktif membuat konten di kanal YouTube miliknya, serta memberikan komentar terkait kasus yang menjeratnya.

“Kami sampaikan kepada saudara SI yang monitor terhadap kegiatan ini dari Amerika Serikat agar mematuhi aturan hukum yang berlaku. Sebagai warga negara Indonesia berani berbuat harus bisa mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat. Kami melihat bahwa SI telah monitor tentang penanganan kasus ini,” ujar Ramadhan.

Dia mengatakan Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Kepolisian Indonesia menetapkan Saifuddin Ibrahim sebagai tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti berupa konten YouTube milik pendeta tersebut.

Dalam konten YouTube Saifuddin Ibrahim telah meminta Menteri Agama menghapus 300 ayat Alquran.

Dalam perkara ini, polisi menerima tiga laporan, yakni dua laporan pada 18 Maret dan satu laporan pada 22 Maret. Sejak itu penyidik telah menaikkan status perkara ke tahap penyidikan.

“Dan telah menetapkan saudara SI sebagai tersangka pada 28 Maret 2022,” kata Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/3/2022).

Dalam perkara tindak pidana ujaran kebencian bermuatan SARA oleh Saifuddin Ibrahim, lanjut dia, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 13 saksi dengan rincian sembilan saksi, dan empat saksi ahli (ahli bahasa, ahli agama Islam, ahli ITE dan ahli pidana).

Dia menekankan, penetapan tersangka terhadap Ibrahim berdasarkan KUHAP dan berdasarkan hasil penyidikan pemeriksaan ahli, serta gelar perkara yang telah ditemukan bukti permulaan yang cukup.

Baca lagi  Kesultanan Cirebon Memperkuat Pelestarian Budaya dan Dukungan pada UMKM

Selanjutnya penyidik terus berkoordinasi dengan beberapa kementerian/lembaga terkait dan instansi lainnya terkait keberadaan pendeta Saifuddin Ibrahim yang diduga berada di Amerika Serikat. “Selanjutnya penyidik juga akan memeriksa saksi dan ahli lainnya serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum,” katanya.

Saifuddin Ibrahim dijerat dugaan tindak pidana ujaran kebencian berdasarkan SARA dan atau pencemaran nama baik dan atau penistaan agama dan atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dan atau menyiarkan berita tidak pasti dan berlebihan melalui YouTube Ibrahim sesuai pasal 45 ayat (1) juncto pasal 24 ayat (1) UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11/2008 tentang ITE.

“Ancaman hukuman pidana paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar,” kata Ramadhan.

Sementara itu salah seorang pelapor wanita Kristiani, Rieke Routinsulu, ibu rumah tangga merasa geram dengan unggahan pendeta Saifuddin Ibrahim di media sosial. “Dia kan menghina agama Islam. Sedangkan dari keluarga saya, seperti Opa saya beragama Islam. Dan Mama saya Kristen. Dengan adanya pendeta yang ngomong seperti itu kan nanti jadi memecah belah agama,” ujar Rieke

Rieke mengaku khawatir jika anak-anak dan keluarganya yang menganut sebagian Islam dan Kristen itu akan terdoktrin dengan omongan pendeta Saifuddin.

Karena itu Rieke datang dari jauh NTT ke Jakarta untuk melaporkan pendeta Saifuddin Ibrahim atas dugaan pelanggaran Pasal Pasal 28 ayat 2, Pasal 156 a, Pasal 156 KUHP,  Pasal 14 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 46 yang mengenai berita bohong.

RAFIKI ANUGERAHA M  I  ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Irjen Ferdy Sambo Perintahkan Bharada E Tembak Brigadir J, Kini Jadi Tersangka

adminJ9

Sinergi Dekranas dan KemenkopUKM Kembangkan Perajin Wastra Lombok Sumbawa

adminJ9

PBNU Ingatkan Protokol Kesehatan di Rumah Ibadah Saat New Normal

adminJ9

Leave a Comment