Pemimpin tiga partai politik dalam satu meja
JAKARTA, jurnal9.com – NasDem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berbeda pandangan soal bakal cawapres yang akan dipasangkan dengan Anies. Sampai saat ini belum ada kepastian siapa cawapres yang disepakati bersama koalisi.
Hal itu disampaikan juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid dalam pertemuannya dengan partai koalisi tersebut.
Dia mengakui pihak PKS masih berbeda pandangan dengan Partai Demokrat dan Partai NasDem soal calon wakil presiden (cawapres) untuk Anies Baswedan.
Perbedaan itu, kata Muhammad Kholid, bahwa kedua partai politik (parpol) PKS dan Partai Demokrat ingin kadernya dipasangkan dengan Anies.
“Demokrat inginnya duet Anies-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sedangkan PKS ingin duet Anies-Ahmad Heryawan (Aher). Sedangkan NasDem, ingin agar cawapres untuk Anies berasal dari luar koalisi atau bahkan tokoh non-parpol,” tegasnya.
“NasDem minta cawapres bukan dari internal koalisi atau nonparpol. Kami punya pandangan berbeda, cawapres justru diprioritaskan dari internal koalisi,” lanjut Muhammad Kholid, Kamis (27/10/2022).
Namun dengan adanya perbedaan pandangan itu, menurut dia, pihak PKS masih bisa menerima kemungkinan cawapres Anies berasal dari luar koalisi bahkan non-parpol seperti dicetuskan NasDem..
“PKS tidak akan menutup usulan Demokrat maupun NasDem. Kami dalam tiga parpol ini akan tetap berdiskusi untuk menentukan cawapres Anies yang paling cocok,” ungkap Muhammad Kholid.
“Mas AHY, Aher, atau calon lain di luar koalisi, kita kaji bersama. Cari yang terbaik buat masyarakat,” jelasnya.
Juru bicara PKS ini mengklaim baik PKS, NasDem, dan Demokrat, sebagai calon mitra koalisi, ingin membangun kerja sama politik yang setara. Karena itu jika ketiga parpol ini saling mendukung dan menghormati maka akan semakin baik.
“Karena equal partnership, maka yang dibutuhkan adalah sikap lapang dada, terbuka dan mutual trust and respect,” ujarnyanya.
GEMAYUDHA M