Jurnal9.com
HeadlineNews

KRI Nanggala 402 Sudah Berusia 44 Tahun, Apa Masih Layak? Ini Kronologi Tenggelamnya

KRI Nanggala 402 saat berada di perairan utara Bali.

DENPASAR, jurnal9.com – KRI Nanggala 402 sudah ditemukan di kedalaman 838 meter dalam kondisi lambung kapal terbelah menjadi tiga bagian. Dan semua kru kapal selam Nanggala 402 sebanyak 53 orang dinyatakan gugur.

Melihat kondisi ini, Anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti jumlah kru KRI Nanggala-402 itu dianggap melebihi kapasitas. Apalagi kapal itu sudah tua. Jumlah kru maksimal untuk kapal selam semestinya hanya 38 orang.

“Sedangkan pada saat hilang kontak, KRI Nanggala-402 membawa 53 kru. Artinya kelebihan beban 15 orang. Ada apa kok dipaksakan? Saya juga mendapat informasi bahwa saat menyelam KRI Nanggala 402 diduga tak membawa oxygen gel, tapi tetap diperintahkan untuk berlayar,” ungkap Hasanuddin.

Menanggapi hal itu Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menjelaskan kapal KRI Nanggala-402 dalam keadaan siap, baik dari segi personel maupun material, sudah mendapatkan surat kelaikan.

“Kapal ini juga memiliki riwayat latihan menembak beberapa kali dan dalam kondisi siap tempur,” tegas KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.

“KRI Nanggala ini dibuat di Jerman tahun 1977 [berusia 44 tahun] dan diterima angkatan laut delivery tahun 1981. Kemudian kapal ini riwayatnya; sudah menembak torpedo kepala latihan 15 kali, dan menembak torpedo kepala perang 2 kali. Dan  sasarannya kapal eks KRI, dua-duanya tenggelam,” lanjut Laksamana Yudo dalam jumpa pers di Lanud Gusti Ngurah Rai Bali.

“Jadi KRI Nanggala ini dalam kondisi siap tempur, sehingga kita kirim untuk lakukan penembakan torpedo kepala latihan maupun kepala perang,” jelasnya.

Yudo mengatakan, KRI Nanggala juga rutin melakukan perawatan. Sehingga KRI Nanggala-402 ini masih sangat layak.

“Kalau usia operasi, kita sesuaikan. Kalau kondisinya masih bagus dan bisa kita rawat, tentunya kita rawat dengan baik. Tentunya di angkatan laut untuk perawatan kapal ini ada fase-fasenya. Jadi ada tahap-tahapannya. Dan kapal ini juga sudah di-docking terakhir Januari 2020, docking terakhir di PT PAL, sehingga masih sangat layak,”  tegasnya lagi.

Baca lagi  Hati-Hati Kritik Presiden Lewat Medsos, Kalau Dianggap Menghina, Ancaman 4,5 Tahun Penjara

Tahapan Sublook-Submiss-Subsunk

TNI memutuskan untuk menaikkan status hilangnya KRI Nanggala 402 dari submiss (hilang kontak) menuju fasesubsunk (tenggelam). Peningkatan status menjadi subsunk ini dilakukan setelah mereka menemukan beberapa bukti otentik serpihan barang KRI Nanggala, salah satunya, berbentuk tabung torpedo.

Sebelum memutuskan menaikkan status subsunk, TNI sudah melakukan beragam cara melalui submiss (pencarian kapal selam).

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menjelaskan kronologi kapal selam hilang kontak di perairan Bali, Rabu (21/4/2021) saat hendak melakukan latihan tembak rudal C802 dan Torpedo.

Berikut kronologinya:

03.00 WIB
KRI Nanggala-402 meminta izin menyelam periscope depth pada kedalaman 13 meter dan bersiap menembakkan torpedo. Sesuai dengan prosedur, kapal selam didampingi sea rider yang akan mengikuti torpedo saat meluncur.

03.00-03.30 WIB
Geladak haluan KRI Nanggala-402 masih bisa dilihat sea rider dengan jarak 50 meter

03.30 WIB
KRI yang lain menempati posisi untuk persiapan torpedo meluncur

03.46 WIB
Sea rider memonitor periskop dan lampu pengenal KRI Nanggala-402 yang perlahan mulai menyelam dan tidak terlihat.

03.46-04.46 WIB
KRI Nanggala-402 berkali-kali dipanggil, namun tidak merespons. Seharusnya periskop terlihat, tapi KRI Nanggala-402 langsung tenggelam dan tidak tampak lagi. Komunikasi dengan KRI Nanggala-402 sudah tidak terjalin.

“Yang harusnya mereka saat melakukan penembakan meminta otorisasi. Namun, begitu akan diberi otorisasi, dipanggil-panggil sudah tidak respons,” kata Laksamana Yudo Margono.

04.17 WIB
Helikopter diterbangkan untuk melakukan deteksi visual, hasilnya nihil.

05.15 WIB
KRI Nanggala-402 dijadwalkan muncul lagi di permukaan air, namun tidak kunjung timbul. TNI AL lalu memberlakukan prosedur yang dijalankan kala kapal selam hilang kontak dan mengalami permasalahan.

06.46 WIB
TNI AL memberlakukan isyaratsubmissed. Seluruh unsur dikerahkan untuk mencari KRI Nanggala-402 dan latihan ditunda.

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Siber Gencar Serang Pelaku Bisnis di Australia

adminJ9

BPK Temukan Rekening Pribadi dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Sampai Daerah

adminJ9

Naya Rivera Ditemukan Mengapung Setelah 5 Hari Dinyatakan Hilang

adminJ9

Leave a Comment