JAKARTA, jurnal9.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melalui Ketua Komite Pengusaha Berintegritas, H Adri Istambul Lingga Gayo Sinulingga menyatakan kemudahan berusaha dan berinvestasi di suatu negara sangat dipengaruhi tingkat korupsi di negara tersebut, semakin rendah korupsinya semakin kondusif investasi dan usahanya.
“Korupsi di birokrasi terutama di sektor perizinan akan menghambat kemudahan melakukan usaha. Berdasarkan survei yang dilakukan Transparansi Internasional Indonesia (TII) 2017 dengan sampel 1.200 pengusaha, menemukan sebanyak 82% perusahaan swasta mengalami kerugian akibat suap,” kata Adri kepada jurnal9.com.
Menurut dia, antara suap dan pemerasan beda tipis, sering kali tidak tampak nyata dengan pameo, “kalau bisa dipersulit untuk apa dipermudah.”
Komite Komunitas Pengusaha Berintregritas (Kupas) telah menjalin kerjasama dengan KPK, UNDP mengenai National Strategy on Anti Coruption. Kemudian dengan Public Procurement Reform dan Bussiness Human Right, ELSAM – Kedutaan Belanda dalam advokasi membangun dan mengembangkan integritas, etika bisnis dan integrasi HAM dalam budaya perusahaan, USAID, pelatihan SNI ISO 37001, Komnas HAM, dan lembaga lainnya serta memberikan Kadin Award kepada stakeholders yang berintegritas.
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani serius meminta seluruh stakeholder Kadin untuk menjaga integritas. Sebagai terobosan pembinaan untuk berusaha dengan baik tentang Fungsi dan Kegiatan Kadin maka dibentuk komite khusus yakni Komite Komunitas Pengusaha Berintregritas (Kupas).
Kadin mengapresiasi Pidato Presiden Jokowi pada acara pembukaan Aksi Nasional Pencegahan Korupsi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
“Penyalahgunaan regulasi untuk menakut-nakuti dan memeras inilah yang membahayakan agenda pembangunan nasional, yang seharusnya bisa kita kerjakan secara cepat, kemudian menjadi lamban dan bahkan tidak bergerak karena ada ketakutan-ketakutan itu,” ujar Jokowi.
“Saya peringatkan aparat penegak hukum dan pengawas yang melakukan seperti ini adalah musuh kita semua, musuh negara. Saya tidak akan memberikan toleransi terhadap siapapun yang melakukan pelanggaran ini,” sambung Jokowi.
MULIA GINTING