Siswa-siswi yang sedang melakukan simulasi belajar langsung secara tatap muka untuk persiapan kegiatan belajar mengajar tatap muka yang akan diterapkan pada Januari 2021 nanti
JAKARTA, jurnal9.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta pemerintah daerah untuk memperhatikan daerah mana saja yang boleh menerapkan belajar mengajar tatap muka.
“Kemendikbud, Disdikbud dan pemda juga perlu memperhatikan kekhawatiran orang tua siswa mengenai rencana penerapan belajar mengajar tatap muka,” ujar Bamsoet kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/11).
Menurutnya, perlu dipetakan terlebih dahulu daerah mana saja yang boleh menerapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka, berdasarkan peta zonasi wilayah penyebaran virus corona dari Satgas Penanganan covid19.
Tujuannya agar pemerintah baik pusat maupun daerah dapat mempertimbangkan serta menetapkan keputusan belajar mengajar tatap muka secara tepat dan bijak khususnya bagi sekolah yang berada di zona merah ataupun oranye.
Dia mendorong pemerintah daerah di masing-masing wilayah dan Satgas Penanganan covid-19 bekerja sama dengan kepala sekolah untuk melakukan survei kesiapan sekolah yang akan menerapkan belajar mengajar tatap muka.
Sehingga dapat memastikan kematangan dan kesiapan sekolah dalam menyiapkan sarana prasarana, kesiapan dan kesehatan para tenaga pengajar hingga standar operasional prosedur (SOP) yang dimiliki setiap sekolah dalam kegiatan belajar mengajar tatap muka.
Dia juga mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah bijak dalam menetapkan daerah-daerah yang sudah dianggap aman secara tatap muka,
Sebab jika kegiatan belajar mengajar tatap muka ini dipaksakan di zona-zona belum aman, akan memiliki risiko tinggi terhadap penularan covid-19 di sekolah yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan para tenaga pengajar dan siswa-siswi.
Di sisi lain perlu dipastikan komitmen pemerintah daerah bersama pihak sekolah yang akan melakukan belajar mengajar secara tatap muka dalam mematuhi dan memahami protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Serta melengkapi sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah dan secara rutin harus mengevaluasi pelaksanaannya.
RAFIKI ANUGERAHA M