Ilustrasi orang yang kena pilek, flu
JAKARTA, jurnal9.com – Pakar kesehatan memperingatkan jika seseorang punya penyakit dengan gejala pilek, flu penting untuk melakukan tes PCR dan melakukan isolasi mandiri.
Sebab ada beberapa bukti jenis varian Delta yang disebut B.1.617.2 yang menjangkiti India saat ini, memiliki gejala yang lebih mirip dengan pilek biasa yang sering dialami banyak orang selama ini.
“Sakit kepala, sakit tenggorokan, atau pilek bisa menjadi gejala virus corona varian Delta yang kini menular di banyak negara. Dan juga sudah masuk ke Indonesia. virus corona varian baru ini memiliki gejala yang sama seperti orang kena pilek biasa,” kata Profesor Tim Spector yang menjalankan studi Zoe Covid Symptom.
Dia mengatakan masyarakat harus lebih banyak memahami gejala yang berbeda pada berbagai strain covid-19 yang timbul seperti varian Delta ini. “Memang menjadi lebih sulit untuk membedakan antara covid-19, pilek dan flu,” ujarnya.
Berbeda dengan gejala “klasik” virus corona seperti pilek, suhu tinggi serta kehilangan indera perasa dan penciuman dalam covid-19 yang lama.
“Bagaimana anda bisa tahu pasti, apakah itu varian pilek, flu atau Delta covid baru?,” tutur profesor.
Menurut dia, penyakit flu biasa dan coronavirus varian baru Delta memiliki gejala serupa, seperti suhu tinggi, batuk dan sesak napas. “Tapi penyakit flu biasa tidak menyebabkan hilangnya indera perasa atau penciuman anda yang dapat terjadi pada covid-19.”
“Tetapi para ahli menyarankan bahwa ini tampaknya kurang umum dengan varian Delta,” kata profesor dikutip Express, Selasa (22/6/2021).
Data dari studi ZOE pada Maret dan Mei 2021, ditemukan ada enam kelompok gejala utama yang mungkin mengindikasikan covid-19. Bukan pilek atau flu biasa.
Kluster ini meliputi:
- Seperti flu tanpa demam: sakit kepala, kehilangan penciuman, nyeri otot, batuk, sakit tenggorokan, nyeri dada, tidak demam.
- Seperti flu dengan demam: sakit kepala, kehilangan penciuman, batuk, sakit tenggorokan, suara serak, demam, kehilangan nafsu makan.
- Gastrointestinal: sakit kepala, kehilangan penciuman, kehilangan nafsu makan, diare, sakit tenggorokan, nyeri dada, dan tidak ada batuk.
- Kluster parah dengan kelelahan: sakit kepala, kehilangan penciuman, batuk, demam, suara serak, nyeri dada, kelelahan.
- Kluster yang lebih parah, dengan kebingungan: sakit kepala, kehilangan penciuman, kehilangan nafsu makan, batuk, demam, suara serak, sakit tenggorokan, nyeri dada, kelelahan, kebingungan, nyeri otot.
- Kluster yang sangat parah, perut dan pernapasan: sakit kepala, kehilangan penciuman, kehilangan nafsu makan, batuk, demam, suara serak, sakit tenggorokan, nyeri dada, kelelahan, kebingungan, nyeri otot, sesak napas, diare, sakit perut.
“Hidung meler bisa menjadi gejala virus corona,” demikian penjelasan tertulis yang disampaikan British Heart Foundation.
“Hidung meler menjadi salah satu dari empat gejala teratas varian Delta (B.1.617.2). Ini juga merupakan gejala umum dari pilek dan bisa menjadi gejala flu juga. Jika anda pilek, hal yang aman harus melakukan tes virus corona,” ungkapnya.
Untuk memastikan hal itu dibutuhkan waktu lima hari untuk gejala virus corona yang muncul. Tapi bisa memakan waktu hingga 10 hari,” ungkap dalam pernyataan tertulis.
Profesor Tim Spector yang menjalankan studi Zoe Covid Symptom, mengatakan bahwa menangkap varian Delta bisa terasa seperti flu yang lebih buruk.
Varian ini tampaknya bekerja sedikit berbeda. Orang-orang mungkin mengira mereka baru saja terkena flu musiman. Dan mereka masih pergi ke pesta dan mungkin mereka bisa menularkan ke enam orang lainnya.
RAFIKA ANUGERAHA M I ARIEF RAHMAN MEDIA